AALI
12925
ABBA
197
ABDA
0
ABMM
3280
ACES
1010
ACST
163
ACST-R
0
ADES
4830
ADHI
670
ADMF
8050
ADMG
187
ADRO
3310
AGAR
354
AGII
1975
AGRO
960
AGRO-R
0
AGRS
127
AHAP
61
AIMS
244
AIMS-W
0
AISA
160
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
930
AKRA
1025
AKSI
232
ALDO
925
ALKA
298
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/20 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.40
0.61%
+3.27
IHSG
6918.14
1.39%
+94.81
LQ45
1015.18
0.69%
+6.97
HSI
20717.24
2.97%
+596.56
N225
26739.03
1.27%
+336.19
NYSE
0.00
-100%
-15044.52
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,664
Emas
870,562 / gram

Kabar Baik dari WHO, Sinovac Ternyata Manjur Hadapi Varian Omicron

ECONOMICS
Wilda
Minggu, 09 Januari 2022 11:58 WIB
Badan Kesehatan Dunia terus berupaya mencari vaksin yang dianggap ampuh melawan varian Covid-19.
Kabar Baik dari WHO, Sinovac Ternyata Manjur Hadapi Varian Omicron. (Foto: MNC Media)
Kabar Baik dari WHO, Sinovac Ternyata Manjur Hadapi Varian Omicron. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Badan Kesehatan Dunia terus berupaya mencari vaksin yang dianggap ampuh melawan varian Covid-19. Dari hasil penelitian, diketahui Sinovac vaksin Covid-19 jenis Sinovac (CoronaVac) efektif memberikan perlindungan dari penyakit parah, rawat inap, hingga kematian akibat varian Omicron.

Abdi Mahamud, manajer insiden WHO mengatakan, penerima vaksin Sinovac kemungkinan membutuhkan dua kali suntikan booster vaksin lainnya agar tubuh memiliki perlindungan dari Covid-19 varian Omicron.

"Lebih banyak bukti menunjukkan bahwa Omicron mempengaruhi saluran pernapasan bagian atas, menyebabkan gejala yang lebih ringan daripada varian sebelumnya," katanya seperti dilansir Newsaf pada Minggu (9/1/2022).

UEA baru-baru ini menyetujui penggunaan darurat vaksin protein rekombinan baru yang diproduksi oleh Sinopharm, yang akan digunakan sebagai suntikan pendorong di negara Uni Emirat Arab.

Menurut Kementerian Kesehatan UEA, vaksin asal China yang baru menunjukkan peningkatan kapasitas kekebalan terhadap varian baru dengan tingkat keamanan tinggi itu memungkinkan produksi yang cepat dan penyimpanan serta distribusi yang mudah.

Selain itu, efektivitas vaksin juga tergantung dari kekebalan kelompok masing-masing. Namun, orang yang sudah divaksin memiliki proteksi lebih tinggi terhadap paparan virus dibanding mereka yang belum mendapatkan vaksinasi. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD