AALI
12225
ABBA
194
ABDA
6250
ABMM
2950
ACES
985
ACST
159
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
715
ADMF
8075
ADMG
181
ADRO
3160
AGAR
332
AGII
2050
AGRO
920
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
63
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1160
AKRA
1015
AKSI
374
ALDO
945
ALKA
308
ALMI
280
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/05/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
0%
0.00
IHSG
6883.50
0%
0.00
LQ45
1009.51
0%
0.00
HSI
20697.36
2.89%
+581.16
N225
26781.68
1.44%
+378.84
NYSE
0.00
-100%
-15035.87
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,693 / gram

9,8 Juta Dosis Vaksin Pfizer dan Sinovac Tiba di Tanah Air

ECONOMICS
Binti Mufarida
Sabtu, 01 Januari 2022 07:27 WIB
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis.
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis.  (Foto: MNC Media)
Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia kembali kedatangan vaksin dalam tiga tahap sekaligus yakni ke-184, 185, dan 186 dalam jumlah 9.819.000 dosis. Vaksin tersebut berasal dari dua merk berbeda yakni Pfizer dan Sinovac.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate mengatakan kedua jenis vaksin tersebut tiba kemarin (31/12) dalam tahap ke-184, vaksin yang tiba pukul 10:00 WIB yakni Pfizer dalam jumlah 819.000 dosis yang merupakan donasi dari COVAX. Kemudian dalam tahap ke-185, vaksin yang tiba pukul 13:20 WIB adalah Sinovac berjumlah 6 juta dosis. Vaksin yang sama rencananya akan tiba pada pukul 22:55 WIB dalam jumlah 3 juta pada kedatangan tahap ke-185.

“Untuk vaksin Sinovac merupakan pembelian langsung sebagai upaya pemenuhan kebutuhan vaksin dalam negeri,” ujar Johnny dalam keterangan resmi yang diterima, Sabtu (1/1/2022).

Johnny menambahkan, kedatangan ini sekaligus menjadi penutup kedatangan vaksin di tahun 2021 ini. Total vaksin yang datang di 2021 adalah sebanyak 465.327.165, baik dalam bentuk bulk atau bahan baku maupun vaksin jadi.

Dari total jumlah tersebut, berkat upaya diplomasi Pemerintah Indonesia, hampir 100 juta dosis vaksin di antaranya didapat melalui donasi, baik melalui jalur bilateral maupun multilateral.

“Pemerintah terus berupaya mendatangkan vaksin melalui berbagai skema. Indonesia berhasil menghemat anggaran Rp13 T untuk pengadaan vaksin Covid-19 karena efektifnya upaya kerja sama bilateral dan banyaknya bantuan vaksin gratis,” katanya.

Johnny memaparkan, hingga saat ini, telah ada lebih dari 112 juta penduduk yang telah divaksinasi lengkap dua dosis. Khusus untuk tenaga kesehatan bahkan lebih dari 87% telah mendapatkan dosis ketiga sebagai booster untuk meningkatkan perlindungan.

Saat ini, lanjutnya, Indonesia sudah memulai vaksinasi untuk anak usia 6-11 tahun. Awal tahun depan juga akan dimulai pemberian vaksinasi booster untuk beberapa kelompok target sasaran seperti lansia.

“Capaian yang telah diraih ini patut disyukuri, hanya bisa terjadi berkat kerja sama seluruh elemen bangsa, dan yang pastinya berkat dukungan dan peran serta masyarakat,” katanya.

Meski capaian sudah relatif baik, Johnny mengingatkan, agar upaya vaksinasi tidak lantas mengendur. Pemerintah tetap akan meningkatkan percepatan dan perluasan vaksinasi agar lebih memberikan perlindungan kepada bangsa ini.

“Tentu upaya tersebut harus dibarengi dengan kesadaran masyarakat untuk mau divaksinasi dan juga mengajak saudara, teman, dan orang sekitar untuk mau divaksinasi,” ujarnya. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD