AALI
9800
ABBA
188
ABDA
0
ABMM
2360
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7375
ADHI
815
ADMF
8100
ADMG
177
ADRO
2970
AGAR
318
AGII
1950
AGRO
765
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
254
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1640
AKRA
1060
AKSI
294
ALDO
855
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
228
Market Watch
Last updated : 2022/06/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
544.03
0.56%
+3.01
IHSG
7042.94
0.64%
+44.67
LQ45
1018.99
0.57%
+5.77
HSI
21719.06
2.09%
+445.19
N225
26491.97
1.23%
+320.72
NYSE
14402.12
0.34%
+49.32
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,845
Emas
873,761 / gram

Kabar Baik! Pandemi Covid di RI Bakal Segera Berakhir

ECONOMICS
Michelle Natalia
Selasa, 25 Januari 2022 13:45 WIB
Kemenkeu milihat pertanda pandemi covid-19 yang melanda Indonesia akan segera berakhir. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya inflasi di Indonesia.
Kabar Baik! Pandemi Covid di RI Bakal Segera Berakhir (FOTO: MNC Media)
Kabar Baik! Pandemi Covid di RI Bakal Segera Berakhir (FOTO: MNC Media)

 IDXChannel - Kementerian Keuangan (Kemenkeu) milihat pertanda pandemi covid-19 yang melanda Indonesia akan segera berakhir. Salah satu indikatornya adalah meningkatnya inflasi di Indonesia.

“Tanda pandemi mau berakhir, yaitu ada peningkatan inflasi. Kenapa? Karena selama pandemi orang tidak belanja. Begitu pandemi mau selesai, orang mulai keliling untuk belanja,” ujar kata Wakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara, di Jakarta, Selasa(25/1/2022).

Sambung dia mengatakan, yang menyebabkan inflasi makin meningkat adalah peningkatan permintaan ini kemudian tak bisa disambut oleh peningkatan produksi.

"Semua kapasitas produksi belum tentu bisa kembali ke level pra pandemi COVID-19, apalagi kecepatan pemulihan tiap sektor pasti berbeda. Di sinilah kemudian muncul disrupsi sisi supply, ini jadi lebih rumit lagi. Tentu ada delay, padahal yang minta barang sudah muncul. Kecepatan tiap sektor untuk pulih berproduksi tidak sama,” jelasnya.

Kendati demikian, Suahasil mengatakan bahwa biasanya produksi untuk sektor konsumsi pulih lebih cepat, terlebih lagi konsumsi merupakan kegiatan yang sangat erat dengan kegiatan sehari-hari. 

"Namun, produksi di bidang yang masih lambat pemulihannya seperti pariwisata ikut lebih lambat," tambahnya.

Suahasil menyebutkan bahwa Kementerian Keuangan bekerja sama dengan berbagai pihak terkait seperti Bank Indonesia (BI) akan terus bekerja untuk memulihkan sektor-sektor perekonomian supaya nantinya peningkatan inflasi tidak melonjak. 

"Masalahnya, peningkatan inflasi yang signifikan juga kemudian mengganggu prospek pemulihan ekonomi Indonesia," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD