AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

KAI Bakal Ganti WIKA Jadi Lead Konsorsium di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Rabu, 08 September 2021 14:04 WIB
PT KAI akan menggantikan posisi WIKA sebagai lead konsorsium di proyek kereta cepat Jakarta-Bandung.
KAI Bakal Ganti WIKA Jadi Lead Konsorsium di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Dok.MNC Media)
KAI Bakal Ganti WIKA Jadi Lead Konsorsium di Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (Dok.MNC Media)

IDXChannel - PT Wijaya Karya Tbk (WIKA) melaporkan perkembangan terbaru proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), dimana akan ada rencana perubahan di mana PT KAI akan menggantikan posisi WIKA sebagai pemegang saham mayoritas di konsorsium PT Pilar Sinergi BUMN Indonesia (PSBI).

"Seiring nanti akan dilakukan perubahan terhadap PP 107/2015 dahulu di mana WIKA saat itu sebagai lead konsorsium PSBI, nanti mungkin akan berubah leadnya ini akan berpindah di PT KAI di mana nanti juga PT KAI akan mendapatkan PMN dalam pemenuhan ekuitas di PSBI,"kata Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Wijaya Karya Ade Wahyu, dalam Public Expose Live 2021, Rabu (8/9/2021).

Sampai saat ini, persentase pemegang saham konsorsium PSBI masih sama yaitu WIKA menjadi lead sebesar 38%, Jasa Marga 12%, KAI 25%, dan PTPN VIII 25%.

Ade menegaskan bahwa proses perubahan lead konsorsium tersebut masih dibahas di tingkat Kementerian Maritim dan Investasi (Marves) dan Sekretariat Negara (Setneg)

"Nah proses ini masih digodok di Menko Marves dan Setneg," tegasnya.

Berkomentar soal pembengkakan biaya proyek (cost overrun) di PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Ade mengatakan bahwa hal tersebut masih dalam tahap evaluasi di tingkat internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor terkait.

Ade mengharapkan masalah tersebut bisa selesai pada akhir Oktober 2021.

"Cost overrun yang timbul saat ini sedang digodok dan diavaluasi di internal KCIC bersama para pemegang saham dan sponsor, nah saat ini sedang di tahap akhir  dan diharapkan besaran nilai dari cost overrun ini bisa selesai di Oktober," tuturnya.

Untuk diketahui, progres konstruksi WIKA di proyek KCJB telah mencapai 77,06%.

Ade mengharapkan cost overrun ini tidak berdampak terhadap jadwal operasi kereta cepat yang masih sesuai target yaitu pada akhir 2022. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD