AALI
9425
ABBA
276
ABDA
0
ABMM
2440
ACES
740
ACST
190
ACST-R
0
ADES
6150
ADHI
790
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3190
AGAR
314
AGII
2300
AGRO
830
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
95
AIMS
280
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1575
AKRA
1190
AKSI
274
ALDO
755
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/12 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
538.68
-0.69%
-3.72
IHSG
7129.28
-0.43%
-31.11
LQ45
1012.04
-0.62%
-6.29
HSI
20175.62
0.46%
+93.19
N225
28546.98
2.62%
+727.65
NYSE
15602.93
0.32%
+50.23
Kurs
HKD/IDR 205
USD/IDR 14,795
Emas
850,422 / gram

Kantongi Rp61,01 Triliun dari PPS Pajak, Sri Mulyani Mengaku Belum Puas

ECONOMICS
Viola Triamanda/MPI
Jum'at, 01 Juli 2022 23:35 WIB
PPS Pajak berhasil mencatatkan jumlah harta yang diungkap wajib pajak sebesar Rp594,82 triliun.
Kantongi Rp61,01 Triliun dari PPS Pajak, Sri Mulyani Mengaku Belum Puas (foto: MNC Media)
Kantongi Rp61,01 Triliun dari PPS Pajak, Sri Mulyani Mengaku Belum Puas (foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu), Sri Mulyani Indrawati, mengaku masih belum puas meski pelaksanaan Program Pengungkapan Sukarela (PPS) pajak yang digelar oleh Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan oleh sejumlah pihak dinilai sukses besar.

Hingga hari terakhir penyelenggaraan, PPS Pajak berhasil mencatatkan jumlah harta yang diungkap wajib pajak sebesar Rp594,82 triliun, dengan pembayaran kewajiban dari harta yang diungkap tersebut dalam bentuk Pajak Penghasilan (PPh) mencapai Rp 61,01 triliun.

"Jadi kalau ngomong puas atau tidak, ya tidak pernah puas. Karena kalau sudah bilang puas, berarti (harusnya) tax ratio kita sudah tinggi. Sedangkan faktanya saat ini tax ratio kita masih rendah," ujar Sri, dalam keterangan resminya, Jumat (1/7/2022).

Menurutnya Sri, PPS ini merupakan salah satu upaya dalam membangun dan memperbaiki pondasi pajak nasional.

"Jadi dengan PPS ini ya tugas kita belum selesai, karena masih panjang, mengingat tax ratio di Indonesia masih termasuk yang terendah. Jadi kita pasti belum puas," tutur Sri.

Meski demikian, Sri mengakui bahwa upaya ini bukanlah hal yang sederhana, mengingat keadaan Indonesia sebagai negara yang geografisnya tinggi, dan dengan sistem ekonomi yang terbuka. Di lain pihak, negara-negara tetangga disebut Sri juga terus memperbaiki iklim perpajakan di negaranya masing-masing.

"Ini tentu akan memberikan pressure bagi kita. Jadi ini merupakan tugas terus menerus bagi dirjen pajak, jadi aku juga tidak puas," tegas Sri. (TSA)

Rekomendasi Berita

Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD