AALI
8400
ABBA
590
ABDA
0
ABMM
1200
ACES
1290
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2800
ADHI
905
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1500
AGAR
356
AGII
1395
AGRO
2570
AGRO-R
0
AGRS
228
AHAP
70
AIMS
336
AIMS-W
0
AISA
202
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
4130
AKSI
414
ALDO
730
ALKA
254
ALMI
238
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/24 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
460.94
0.12%
+0.54
IHSG
6144.82
0.03%
+2.10
LQ45
866.25
0.09%
+0.74
HSI
24192.16
-1.3%
-318.82
N225
30248.82
2.06%
+609.42
NYSE
0.00
-100%
-16352.18
Kurs
HKD/IDR 1,828
USD/IDR 14,245
Emas
803,749 / gram

Kasus Covid-19 Terus Melandai, Epidemiolog Sebut Dunia akan Bebas Corona Justru di 2025

ECONOMICS
Muhammad Sukardi
Selasa, 14 September 2021 18:30 WIB
Meskipun kasus Covid-19 di tanah air mulai menurun, epidemiolog mengatakan virus corona akan hilang di 2025.
Ilustrasi Covid-19

IDXChanel - Kasus Covid-19 di tanah air saat ini mengalami penurunan. Melandainya kasus Covid-19 membuat 
positivity rate harian per 13 September 2021 ada di angka 2,14 persen. 

Menurut Kementerian Kesehatan (Kemenkes) angka ini mencatat sejarah sepanjang penanganan pandemi sejak Maret 2020.Dengan mencapainya angka positivity rate 2,14 persen ini, Indonesia bisa dikatakan sudah berhasil mencapai target Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di bawah 5 persen. Indonesia sendiri pernah mencapai angka positivity rate tertinggi pada 22 Juni 2021 sebesar 51,62 persen.

Tak hanya positivity rate saja yang membawa angin segar, cakupan vaksinasi Covid-19 pun terus meningkat. Per 13 September, tercatat sudah 35,46 persen orang Indonesia menerima vaksin dosis pertama dan 20,33 persen mendapat dosis kedua.

Kabar baik ini memunculkan optimisme di tengah masyarakat bahwa pandemi benar-benar bisa bertransformasi ke endemi. Artinya, infeksi Covid-19 bukan lagi masalah kesehatan yang membebani negara dan masyarakat di dalamnya.

Lantas, apakah 2022 akan menjadi tahun di mana Indonesia bisa bebas dari pandemi Covid-19, terlebih jika penanganan pandemi akan terus baik seperti sekarang?

Epidemiolog Griffith University Dicky Budiman, menerangkan bahwa rasanya masih panjang untuk mencapai status bebas pandemi Covid-19. "Masih lama banget," katanya saat diwawancara di Instagram Live Okezone, Selasa (14/9/2021).

"Saya harus sampaikan kabar kurang bagus, berdasar kajian terakhir dan beberapa peneliti di beberapa negara, kondisi seperti ini (pandemi Covid-19) akan berlangsung setidaknya sampai 2025," tambahnya.

Meski begitu, Dicky menekankan bahwa itu bukan berarti kehidupan akan selalu sulit. Seperti yang sudah banyak disinggung oleh pemerintah maupun pakar kesehatan, hidup berdampingan adalah solusi utamanya.

Itu kenapa protokol kesehatan tidak boleh berhenti dilakukan sekalipun vaksinasi terus banyak diberikan ke masyarakat. Selain itu, tentu saja upaya vaksinasi yang merata di semua daerah perlu dilakukan sesegera mungkin.

Pandemi bisa dikatakan hilang jika 2 benua saja dinyatakan dalam kondisi terkendali. "Terkendali di sini artinya, kasus Covid-19 paling banyak 10:1.000.000 penduduk, kematian 2:1.000.000 penduduk, dan positivity rate di angka 0 sekian persen enggak pernah lebih dari itu," terangnya.

Faktor lain yang menentukan tentu saja berapa cakupan vaksinasi yang sudah diberikan ke masyarakat. "Idealnya itu di atas 85% per negara untuk varian baru ini. Ini yang paling berat untuk negara, soal vaksin beredar teori konspirasi dan kesediaan vaksin pun susah," tambah Dicky. (NDA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD