AALI
9450
ABBA
0
ABDA
6950
ABMM
1200
ACES
1260
ACST
254
ACST-R
0
ADES
2710
ADHI
940
ADMF
7650
ADMG
212
ADRO
1710
AGAR
368
AGII
1500
AGRO
2190
AGRO-R
0
AGRS
202
AHAP
68
AIMS
348
AIMS-W
0
AISA
200
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
570
AKRA
4040
AKSI
432
ALDO
750
ALKA
236
ALMI
240
ALTO
324
Market Watch
Last updated : 2021/09/29 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
458.77
0.31%
+1.43
IHSG
6112.26
-0.01%
-0.85
LQ45
862.21
0.27%
+2.33
HSI
24352.68
-0.6%
-147.71
N225
29442.14
-2.46%
-741.82
NYSE
16328.79
-1.63%
-271.00
Kurs
HKD/IDR 1,831
USD/IDR 14,265
Emas
796,218 / gram

Banyak Negara Hadapi Gelombang Ketiga Covid-19, Satgas: Kasus di RI Masih Landai

ECONOMICS
Binti Mufarida/Sindonews
Selasa, 14 September 2021 18:20 WIB
Kasus Covid-19 di tanah air terus melandai di tengah gelombang ketiga Covid-19 dunia.
Kasus Covid-19 di tanah air terus melandai di tengah gelombang ketiga Covid-19 dunia. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Juru Bicara Satuan Tugas Penanganan Covid-19, Wiku Adisasmito mengungkapkan kasus Covid-19 di Tanah Air terus melandai di tengah gelombang ketiga Covid-19 dunia.

Indonesia, kata Wiku, telah berhasil melewati second wave atau gelombang kedua Covid-19 pada puncak Juli 2021 lalu. “Seperti yang kita ketahui bersama bahwa Indonesia baru saja melewati second wave atau puncak kedua pada bulan Juli lalu,” katanya saat Konferensi Pers secara virtual, Selasa (14/9/2021).

“Namun jika dilihat pada perkembangan pada tingkat dunia, maka kasus dunia saat ini mengalami third wave atau puncak ketiga dan kurvanya terlihat sudah mulai melandai perlahan. Tiga puncak ini masing-masing terjadi pada bulan Januari 2021 Puncak pertama, April 2021 Puncak kedua, dan Agustus-September 2021 Puncak ketiga,” kata Wiku.

Wiku juga menyampaikan tren beberapa negara jika dibandingkan dengan tren dunia. Pada negara dengan penyumbang total kasus positif terbanyak di dunia yaitu Amerika Serikat, saat ini juga mengalami third wave atau Puncak ketiga dan kurvanya juga terlihat sudah mulai melandai.

“Pola kenaikan kasus di Amerika Serikat mirip dengan pola kenaikan kasus dunia, terutama pada kenaikan kasus bulan Januari 2021 dan September 2021. Terdapat sedikit perbedaan bahwa pada bulan April 2021 kasus Covid dunia mengalami lonjakan sedangkan di Amerika Serikat mengalami penurunan,” kata Wiku.

Selanjutnya, kata Wiku, pada Malaysia dan Jepang, kedua negara ini memiliki pola kenaikan kasus yang serupa dengan dunia dimana terjadi 3 kali lonjakan kasus pada bulan Januari 2021, April 2021 dan agustus-september 2021. “Saat ini Jepang sudah mulai menunjukkan penurunan. Namun Malaysia masih berada di puncak kasus ketiga.”

Namun, Wiku mengungkapkan perkembangan kasus yang paling berbeda dengan negara-negara lainnya adalah perkembangan di India. India mengalami lonjakan kasus pertama pada September 2020 di mana negara-negara lain belum mencapai puncak kasus pertama.

“Ketika negara lain mulai mengalami lonjakan kasus di bulan Januari 2021, India malah mengalami penurunan kasus. Kasus kembali mengalami lonjakan yang sangat signifikan pada bulan April 2021 dan menyumbangkan kasih tertinggi pada periode tersebut,” paparnya.

Sementara itu, kata Wiku, puncak kasus kedua tersebut mengalami penurunan dan hingga saat ini tren kasus di India menunjukkan kurva datar selama dua setengah bulan berturut-turut di saat dunia dan negara lainnya mengalami kenaikan kasus.

Wiku mengatakan jika dilihat pada pola kenaikan kasus Indonesia dibandingkan dunia dan negara lainnya, maka Indonesia mengalami periode puncak kasus pertama yang sama dengan tingkat dunia, Amerika Serikat, Malaysia dan Jepang yaitu pada bulan Januari 2021.

“Namun unik adalah ketika dunia dan negara lainnya mengalami Puncak kedua pada April 2021, Indonesia justru masih terus mengalami pelandaian kasus,” kata Wiku.

Ketika Indonesia mengalami bidang kasus kedua di bulan Juli lalu, justru negara-negara lainnya dan dunia tidak mengalami kenaikan. Dan pada bulan September ini kasus di Indonesia terus melandai, sedangkan karena selnya mengalami third wave atau puncak ketiga.

“Lonjakan kedua di Indonesia pada bulan Juli lalu yang tidak diikuti dengan lonjakan kasus dunia menunjukkan bahwa meskipun Indonesia mengalami kenaikan kasus yang signifikan, namun tidak cukup signifikan untuk berkontribusi pada kenaikan kasus dunia,” ungkap Wiku.  

Selain itu, Wiku mengatakan lonjakan kasus di Indonesia juga segera dapat ditangani sehingga kurva menunjukkan pelandaian hingga saat ini disaat negara lain mengalami lonjakan kasus ketiga.

“Perkembangan yang baik ini sudah sepatutnya kita apresiasi karena menunjukkan ketahanan bangsa kita dalam menghadapi pandemi Covid-19. Saya berterima kasih kepada seluruh masyarakat dan tenaga kesehatan yang tidak kenal lelah menangani pasien dan kerjasama yang baik antara seluruh kepala daerah di Indonesia,” ungkap Wiku. (TIA)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD