AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Kawasan Industri BUMN Banyak yang Tertinggal, Bagaimana Strategi Erick Thohir?

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Kamis, 25 November 2021 17:35 WIB
Kawasan Industri di bawah pengelolaan perusahaan pelat merah dan pemerintah daerah masih tertinggal.
Kawasan Industri BUMN Banyak yang Tertinggal, Bagaimana Strategi Erick Thohir? (FOTO:MNC Media)
Kawasan Industri BUMN Banyak yang Tertinggal, Bagaimana Strategi Erick Thohir? (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Kawasan Industri di bawah pengelolaan perusahaan pelat merah dan pemerintah daerah masih tertinggal. 

Sehingga hal tersebut menjadi alasan utama pemerintah melakukan konsolidasi bisnis Kawasan Industri.  

Saat ini, sejumlah Kawasan Industri telah dikonsolidasikan dan menjadi anak usaha PT Danareksa (Persero) Tbk,. Aksi tersebut usai  Presiden Joko Widodo (Jokowi) menerbitkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 113 Tahun 2021 tentang Penyertaan Modal Negara Republik Indonesia untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) "Danareksa". 

"Hari ini saya juga senang sekali, karena kami di BUMN terus mengkonsolidasikan, salah satunya Kawasan Industri kita, yang dimana kawasan industri, yang di bawah (pengelolaan) BUMN yang bekerja sama dengan pemerintah daerah, banyak yang sudah tertinggal," ujar Menteri BUMN Erick Thohir, Kamis (25/11/2021).  

Padahal, di saat yang sama banyak negara di dunia terus memperbaharui infrastruktur berbasis energi terbarukan (renewable energy). Karena itu, Erick memastikan proses konsolidasi Kawasan Industri dalam satu payung holding mampu mendorong kinerja perusahaan berorientasi energi terbarukan.  

"Padahal kalau kita bicara G20, yang sudah saya sampaikan tadi, kalau mau berkompetisi, selain infrastruktur, jalan tol, selain pelabuhan supaya logistiknya juga tertekan, tetapi infrastruktur di kawasan juga harus mulai green, harus mulai hijau," katanya.  

Erick sendiri telah membeberkan rencana besar Danareksa usai ditetapkan sebagai holding BUMN. Salah satunya, melakukan investasi solar panel.  

Dia menyebut, seluruh Kawasan Industri di bawah Danareksa akan memulai membuka pembicaraan dengan PT PLN (Persero) untuk merealisasikan investasi di sektor energi tersebut. Saat ini proses konsolidasi sejumlah Kawasan Industri dan perusahaan pelat merah lainnya untuk menjadi anak usaha Danareksa terus dilakukan.  

"Nanti saya minta daripada Kawasan Industri di bawah Danareksa untuk memulai pembicaraan dengan para tenan supaya melakukan investasi solar panel bersama PLN," tutur dia.  

Tujuan investasi solar panel sendiri bertujuan merealisasikan penerapan energi baru terbarukan atau renewable energy di Indonesia. Karena itu, Erick menekan, semua Kawasan Industri harus mengedepankan renewable energy. 

Sebagai perseroan negara, lanjutnya, tidak mungkin operasional Kawasan Industri tidak didasarkan pada pengelolaan limbah (waste management) dan pengelolaan air (water treatment). Langkah itu harus dilakukan untuk mendorong ekosistem renewable energy, sekaligus iklim usaha yang baik.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD