"Ini yang harapan kami, apa yang dilalui pada 2024 maupun 2025 dengan temuan di Andaman maupun di Kutai Basin, akan diikuti dari wilayah lain," katanya.
Menurut Rikky, pemanfaatan atas penemuan sumur baru atau sumur minyak eksisting menjadi penting terus dilakukan karena tren belakangan menunjukkan penurunan sumber daya.
"Kami melihat bahwa penurunan alamiah produksi di lapangan-lapangan tua dengan decline hampir 3,9 persen sampai 4,5 persen harus kami tahan dengan sangat masifnya kegiatan eksplorasi di Indonesia," kata dia.
(DESI ANGRIANI)