sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen, Purbaya Siap Tagih Hadiah Traktir ke Presiden

Economics editor Anggie Ariesta
01/02/2026 08:32 WIB
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memasang target optimistis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026.
Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen, Purbaya Siap Tagih Hadiah Traktir ke Presiden. (Foto: Inews Media Group)
Kejar Target Pertumbuhan 6 Persen, Purbaya Siap Tagih Hadiah Traktir ke Presiden. (Foto: Inews Media Group)

IDXChannel – Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memasang target optimistis bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di 2026. 

Meski Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) mematok angka 5,4 persen, Purbaya percaya diri mampu mendorong angka tersebut hingga menyentuh 6 persen.

Saking yakinnya, Purbaya akan meminta imbalan khusus kepada Presiden Prabowo Subianto jika target ambisius tersebut benar-benar terealisasi di akhir tahun nanti.

"Kalau di APBN 5,4 persen, saya akan dorong ke 6 persen. Kalau dapat 6 persen saya akan minta hadiah ke presiden," ujar Purbaya di Wisma Danantara, Jakarta, Sabtu (31/1/2026).

Saat ditanya mengenai jenis hadiah yang diinginkan, ia menjawab dengan nada bercanda.

"Traktir lah," ucapnya.

Untuk mencapai target tersebut, Purbaya telah menyiapkan serangkaian strategi fiskal dan koordinasi antarlembaga. Fokus utamanya adalah mempercepat penyerapan anggaran di awal tahun agar dampak ekonominya segera terasa di masyarakat.

Selain itu, ia menekankan pentingnya keselarasan antara kebijakan fiskal yang dikelola kementeriannya dengan kebijakan moneter dari bank sentral, tanpa mencederai independensi masing-masing lembaga.

"Upayanya ya fiskal dibelanjakan dengan cepat di awal tahun dan mulai jalan. Terus kami sinkron kebijakan moneter lebih baik. Dengan moneter ya, bukan saya intervensi ya," tutur Purbaya.

Purbaya memproyeksikan pertumbuhan ekonomi kuartal IV-2025 berada di level 5,45 persen, yang akan membawa capaian sepanjang 2025 mendekati angka 5,2 persen.

Data resmi mengenai performa ekonomi tahun lalu tersebut rencananya akan dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS) pada Kamis, 5 Februari mendatang.

Guna menjaga momentum pertumbuhan di 2026, Menkeu berjanji menyisir berbagai aturan yang selama ini dianggap menghambat dunia usaha. Langkah ini diyakini menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan investor lokal maupun asing.

"Nanti peraturan-peraturan yang mengganggu kita akan deteksi dan kita akan perbaiki secepatnya. Jadi itu saja sudah cukup untuk tumbuh 6 persen atau lebih," ujar Purbaya.

Pemerintah berharap dengan reformasi regulasi dan sinkronisasi kebijakan yang solid, iklim investasi di Indonesia akan semakin kompetitif dan mampu melampaui target pertumbuhan nasional. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement