Pengembangan bambu sejatinya telah menjadi program lintas kementerian melalui Peraturan Presiden tentang Strategi Nasional Bambu Terintegrasi Hulu–Hilir sejak 2022. Menindaklanjuti kebijakan tersebut, Kemenperin kini tengah menyusun peta jalan Pengembangan Ekosistem Industri Bambu Hulu–Hilir Terintegrasi.
Peta jalan ini mencakup penguatan agroforestry, teknologi pascapanen, pembentukan sentra-sentra bambu, pendirian Akademi Komunitas Bambu, hingga pembangunan pusat logistik bambu guna menjamin pasokan bahan baku yang berkelanjutan.
Pelaksana Tugas Direktur Jenderal Industri Agro Kemenperin Putu Juli Ardika mengungkapkan, industri bambu nasional memiliki peluang besar di sektor kerajinan, furnitur, konstruksi, hingga bioindustri. Apalagi, permintaan global terhadap produk bambu bernilai tambah terus meningkat.
“Saat ini, permintaan ekspor lantai kontainer berbahan bambu mencapai 1.500 meter kubik per bulan, sementara kapasitas produksi nasional baru sekitar 30 meter kubik per bulan. Kesenjangan ini menunjukkan peluang ekspansi industri bambu yang sangat besar,” ujar Putu.