AALI
9675
ABBA
290
ABDA
6325
ABMM
1385
ACES
1345
ACST
190
ACST-R
0
ADES
3570
ADHI
825
ADMF
7550
ADMG
193
ADRO
2220
AGAR
362
AGII
1445
AGRO
1445
AGRO-R
0
AGRS
172
AHAP
70
AIMS
398
AIMS-W
0
AISA
174
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1120
AKRA
810
AKSI
690
ALDO
1350
ALKA
334
ALMI
290
ALTO
248
Market Watch
Last updated : 2022/01/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
505.56
-0.34%
-1.74
IHSG
6614.06
-0.47%
-30.99
LQ45
944.82
-0.34%
-3.20
HSI
24112.78
-0.44%
-105.25
N225
28257.25
-0.27%
-76.27
NYSE
17219.06
-0.23%
-39.94
Kurs
HKD/IDR 1,837
USD/IDR 14,330
Emas
836,902 / gram

Kembangkan Smelter, Upaya Pemerintah Genjot Nilai Tambah Industri Berdaya Saing

ECONOMICS
Advenia Elisabeth/MPI
Rabu, 27 Oktober 2021 16:55 WIB
Pemerintah terus bekerja keras dengan berbagai cara untuk meningkatkan potensi lokal agar mampu berdaya saing.
Kembangkan Smelter, Upaya Pemerintah Genjot Nilai Tambah Industri Berdaya Saing
Kembangkan Smelter, Upaya Pemerintah Genjot Nilai Tambah Industri Berdaya Saing

IDXChannel - Pemerintah terus bekerja keras dengan berbagai cara untuk meningkatkan potensi lokal agar mampu berdaya saing. Termasuk Kementerian Perindustrian yang berupaya menggenjot nilai tambah industri berdaya saing, salah satunya melalui hilirisasi.

Menteri Perindustrian (Menperin) RI Agus Gumiwang Kartasasmita menyampaikan bahwa hilirisasi memiliki nilai tambah pada sektor industri. Yakni berupa peningkatan investasi dalam negeri, pembukaan lapangan kerja, dan penyerapan tenaga kerja.

"Salah satu wujud hilirisasi ini dapat dilihat pada program penumbuhan dan pengembangan industri smelter.  Penumbuhan dan pembangunan industri smelter logam sampai dengan Triwulan III tahun 2021 sudah mencapai 69 perusahaan (tahap operasi, kontruksi, dan feasibility study) dengan total investasi USD 51,43 miliar (Rp 731,58 triliun) dengan serapan tenaga kerja langsung lebih dari 163.000 orang," papar Agus, Rabu (27/10/2021).

Adapun kapasitas smelter yang sudah beroperasi antara lain, untuk nikel diperkirakan mencapai total 12,27 juta ton/ tahun, aluminium 6 juta ton/ tahun, tembaga 3,2 juta ton/ tahun, dan besi baja 18,98 juta ton/ tahun.

Selain dengan hilirisasi, Dia bilang, pemerintah juga tengah memacu proyek gasifikasi batu bara yang merupakan industri pionir di Indonesia. Proyek gasifikasi batu bara yang tengah dipacu realisasinya meliputi pabrik coal to chemical di Tanjung Enim dan Kutai Timur dan pembangunan coal to methanol di Meulaboh, Aceh dengan nilai investasi sebesar USD560 juta yang akan mengolah 1,1 juta ton batu bara menjadi metanol sebesar 600 ribu ton/tahun.

"Proyek gasifikasi batu bara ini didukung oleh ketersediaan sumber daya batubara yang melimpah," imbuhnya.

Agus melanjutkan, pencapaian dari proyek ini dapat dilihat dari cadangan batubara nasional yang telah mencapai 38,84 miliar ton dan cadangan ini dapat bertahan hingga 2091 dengan laju produksi tahunan sebesar 600 juta ton.

Ia menuturkan bahwasanya proyek gasifikasi batu bara akan menjadi sumber pertumbuhan ekonomi nasional yang berkelanjutan karena akan mengakhiri tradisi penjualan komoditas mentah tanpa ada pengolahan dan nilai tambah.

Sementara di sektor industri agro, lanjutnya, Indonesia berhasil melakukan hilirisasi minyak sawit (CPO). Dalam kurun pemerintahan Presiden Joko Widodo, ekspor produk turunan kelapa sawit meningkat dari 20 persen pada 2010 ke 80 persen di tahun 2020. Peningkatan industri pengolahan kelapa sawit dan turunannya antara lain refinery dari 45 juta ton (2014) ke 64 juta ton (2019), oleofood dari 2,5 juta ton (2014) ke 2,75 juta ton (2019), biodiesel dari 7,2 juta ton (2014) ke 16 juta ton (2019), dan ragam produk hilir dari 126 produk (2014) menjadi 170 produk (2019).

Tak hanya itu, program pengembangan industri bahan bakar nabati pun terus dilaksanakan sepanjang tahun 2020 melalui Program B30, B40, B50, dan B100.

Seperti program Mandatory Biodiesel 30 persen (B30) telah berjalan dengan capaian lebih dari 94 persen dengan serapan Biodiesel FAME sebesar 8,46 juta KL.

Menperin menambahkan, penghematan devisa yang dihasilkan dari pengurangan impor BBM Diesel adalah USD2,66 miliar atau sekitar Rp38,31 triliun. Program ini menyerap sekitar 10,2 Juta ton CPO sebagai bahan baku dan berperan sebagai alat untuk demand management, menyerap oversupply produksi CPO dunia, dan mempertahankan harga CPO dunia, termasuk menjaga harga beli tandan buah segar di tingkat petani tetap tinggi.

"Dengan program B30, tercipta nilai tambah CPO sebesar Rp13,19 triliun, penyerapan tenaga kerja dari sektor industri hilir dan hulu perkebunan sebesar 834.000 orang, dan pengurangan emisi gas rumah kaca setara CO2 sebesar 16,98 Juta ton," tukasnya. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD