AALI
8900
ABBA
230
ABDA
7075
ABMM
845
ACES
1415
ACST
252
ACST-R
0
ADES
1915
ADHI
1005
ADMF
8250
ADMG
163
ADRO
1315
AGAR
422
AGII
1125
AGRO
1135
AGRO-R
0
AGRS
470
AHAP
68
AIMS
380
AIMS-W
0
AISA
238
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
595
AKRA
3200
AKSI
535
ALDO
930
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
382
Market Watch
Last updated : 2021/06/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
482.65
-0.44%
-2.14
IHSG
6095.50
-0.2%
-12.04
LQ45
901.64
-0.42%
-3.77
HSI
28842.13
0.36%
+103.25
N225
28948.73
-0.03%
-9.83
NYSE
0.00
-100%
-16620.00
Kurs
HKD/IDR 1,826
USD/IDR 14,188
Emas
866,552 / gram

Kemenhub Khawatir Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Libur Idul Fitri

ECONOMICS
Shelma Rachmahyanti/Sindo
Sabtu, 08 Mei 2021 08:40 WIB
Setiap terjadi musim liburan panjang masyarakat pasti melakukan perjalanan. Sehingga, setelah libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus.
Kemenhub Khawatir Terjadi Lonjakan Kasus Covid-19 Selama Libur Idul Fitri (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Pemerintah resmi melarang semua kalangan untuk mudik Lebaran, dimulai pada 6 – 17 Mei 2021. Adapun larang mudik Lebaran dilakukan untuk menekan meluasnya kasus Covid-19 yang mungkin terjadi setelah mudik. 

Juru Bicara Kementerian Perhubungan (Kemenhub) Adita Irawati menuturkan, setiap terjadi musim liburan panjang masyarakat pasti melakukan perjalanan. Sehingga, setelah libur panjang selalu terjadi lonjakan kasus. 

“Beberapa kali libur panjang dan di setiap kali terjadi itu masyarakat pasti melakukan perjalanan, lalu liburan. Apa yang terjadi? dalam waktu seminggu sampai dua minggu setelah libur panjang, itu selalu terjadi lonjakan kasus. Kasus paling tinggi waktu itu mencapai 119% dan kemarin di libur tahun baru lonjakannya mencapai 78%,” tuturnya, Jumat (7/5/2021). 

Menurut dia, hal ini merupakan sesuatu yang bisa dikendalikan. Karena, pada saat ini kasus Covid-19 di Indonesia bisa dibilang sudah mulai melandai. 

Akan tetapi, ketika masyarakat dibiarkan melakukan perjalanan secara masif di saat musim libur panjang, dikhawatirkan akan terjadi lonjakan kasus lebih besar dibanding sebelum-sebelumnya. 

Belajar dari pengalaman negara-negara lain misalnya di India dan juga Malaysia, kasus positif Covid-19 sudah mulai naik kembali. “Di India hampir mirip karakteristiknya dengan kita. Penduduknya banyak dan mereka juga punya ritual-ritual keagamaan yang kemudian relaksasi dilakukan. Perjalanan dibolehkan, kegiatan musik boleh, serta kegiatan agama diperbolehkan. Dan akibatnya seperti sekarang,” pungkas dia. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD