AALI
9750
ABBA
190
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
805
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7675
ADHI
810
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
770
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1550
AKRA
1065
AKSI
292
ALDO
850
ALKA
294
ALMI
292
ALTO
214
Market Watch
Last updated : 2022/06/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.01
-0.92%
-5.02
IHSG
7008.34
-0.49%
-34.59
LQ45
1009.48
-0.93%
-9.51
HSI
22180.30
2.12%
+461.24
N225
26871.27
1.43%
+379.30
NYSE
14811.55
2.84%
+409.43
Kurs
HKD/IDR 1,884
USD/IDR 14,800
Emas
873,287 / gram

Kemenhub pastikan Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Ciamis Tidak Berizin

ECONOMICS
Azfar Muhammad
Senin, 23 Mei 2022 08:53 WIB
Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan fakta bahwa bus yang mengangkut rombongan peziarah dari Tangerang tersebut rupanya tidak memilkiki izin operasi.
Kemenhub pastikan Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Ciamis Tidak Berizin (foto: MNC Media)
Kemenhub pastikan Bus Pariwisata yang Kecelakaan di Ciamis Tidak Berizin (foto: MNC Media)

IDXChannel - Direktorat Jenderal (Dirjen) Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan (Kemenhub) telah melakukan pemeriksaan dengan mendatangi langsung lokasi kecelakaan bus di jalur wisata Panumbangan, Kabupaten Ciamis, Jawa Barat, Minggu (22/5/2022).

Hasil dari pemeriksaan tersebut menunjukkan fakta bahwa bus yang mengangkut rombongan peziarah dari Tangerang tersebut rupanya tidak memilkiki izin operasi sebagai bis pariwisata.

"Kami sudah melakukan olah TKP (tempat kejadian perkara) untuk memeriksa kondisi jalan, maupun bus, termasuk perizinan operasional bus pariwisata yang diketahui plat nomor polisinya daerah Bali," Direktur Jenderal Perhubungan Darat Kemenhub, Budi Setiyadi, Senin (23/5/2022). 

Menurut Budi, dari hasil pemeriksaan diketahui bahwa bus tersebut awalnya merupakan milik perusahaan Pandawa di Bali, namun kemudian dibeli oleh pengusaha dari Serang, Banten.

“Persoalannya, banyak di antara pengusaha mobil pariwisata di Indonesia saat ini Saya tengarai belum mengurus perizinan. Plat(nomor kendaraan)nya DK, artinya (busnya) dari Bali, tapi beroperasi di Banten," tutur Budi.

Tak hanya itu, Budi juga memastikan bahwa pihaknya telah berupaya melakukan pengecekan dan terkonfirmasi bahwa perusahaan pemilik bus tersebut juga tidak terdaftar di data Kemenhub.

“Perusahaannya saja tidak terdaftar, apalagi kendaraannya," ungkap Budi.

Dengan begitu, Kemenhub memastikan bahwa pihaknya akan terus melakukan evaluasi menyeluruh terkait perusahaan bus pariwisata. 

“Evaluasi dilakukan terhadap regulasi agar ada pembenahan di kemudian hari. Untuk menyelidiki. penyebab kecelakaan, saya telah melakukan kedatangannya ke Ciamis bersama Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT),” tandasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD