AALI
9600
ABBA
228
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
780
ACST
170
ACST-R
0
ADES
7650
ADHI
830
ADMF
8050
ADMG
173
ADRO
2970
AGAR
324
AGII
2030
AGRO
730
AGRO-R
0
AGRS
123
AHAP
57
AIMS
256
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1060
AKSI
296
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
212
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
535.09
-0.81%
-4.37
IHSG
6971.29
-0.64%
-44.77
LQ45
1002.80
-0.79%
-7.94
HSI
22124.19
-0.47%
-105.33
N225
26984.14
0.42%
+112.87
NYSE
14835.30
0.16%
+23.75
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,840
Emas
871,109 / gram

Kemenlu Minta Arab Saudi Cabut Larangan Warganya Masuk RI

ECONOMICS
Widya Michella
Senin, 23 Mei 2022 19:30 WIB
Kementerian Luar Negeri meminta pemerintah Arab Saudi mengkaji ulang larangan warganya bepergian ke 15 negara termasuk diantaranya ke Indonesia karena covid-19.
Kemenlu Minta Arab Saudi Cabut Larangan Warganya Masuk RI (FOTO: MNC Media)
Kemenlu Minta Arab Saudi Cabut Larangan Warganya Masuk RI (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Luar Negeri meminta pemerintah Arab Saudi mengkaji ulang larangan warganya bepergian ke 15 negara termasuk diantaranya ke Indonesia karena covid-19

Hal tersebut seperti diungkapkan, Jubir Kemlu RI, Teuku Faizasyah. Ia mengungkapkan, telah meminta kepada pemerintah Arab Saudi untuk mengkaji ulang larangan berpergian warga negaranya ke Indonesia dan 15 negara lainnya. 

Menurutnya Indonesia kini sudah telah berhasil menekan lajur covid-19 dibandingkan sebelumnya.  

"Indonesia sudah menyampaikan ke pihak Saudi bahwa penanganan COVID RI sudah berhasil menekan angka kasus positif dan bahkan kondisi di tanah air sudah jauh lebih baik dari banyak negara dunia pada umumnya,"kata Teuku dalam pesan singkatnya kepada MNC Portal, Senin,(23/05/2022).

Diketahui, Arab Saudi masih melarang warganya untuk berpergian ke Indonesia dan 15 negara lainnya. 

Hal ini dikarenakan berdasarkan laporan Direktorat Jenderal Paspor (Jawazat) Arab Saudi pada Sabtu,(21/05/2022) lalu menyebutkan  kasus Covid-19  dianggap masih tinggi di beberapa negara tersebut.

Sementara menurut laporan Saudi Gazette, lima belas negara lainnya yaitu Armenia, Afghanistan, Belarus, Ethiopia, Iran, India, Lebanon, Libya, Republik Demokratik Kongo, Suriah, Somalia, Turki,Vietnam, Venezuela dan Yaman. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD