Digitalisasi sektor pariwisata juga diperkuat melalui pengembangan SISPARNAS dan JADESTA. Pemerintah menargetkan lebih dari 6.300 data dan informasi desa wisata tersedia pada JADESTA serta penyediaan data atraksi pariwisata di 38 provinsi melalui SISPARNAS.
Arah kebijakan tersebut diharapkan semakin memperkuat kontribusi sektor pariwisata terhadap perekonomian nasional.
Pada 2027, kunjungan wisatawan mancanegara (wisman) ditargetkan mencapai 17,6–19,1 juta kunjungan, perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) sebanyak 1,28 miliar perjalanan, investasi pariwisata sebesar Rp71 triliun, serta devisa pariwisata mencapai USD25,5–28,6 miliar.
Sebagai pijakan, pada Semester I 2026 sektor pariwisata telah mencatat 7,45 juta kunjungan wisman, devisa sebesar USD8,43 miliar, 0,63 miliar perjalanan wisnus, dan investasi pariwisata sebesar Rp39,68 triliun.
“Kami berkomitmen memastikan seluruh program yang direncanakan dapat dijalankan dengan baik dan akuntabel untuk membangun pariwisata nasional yang tangguh, berdaya saing, dan berkelanjutan, serta semakin memberikan manfaat bagi masyarakat,” kata Widiyanti.
(Shifa Nurhaliza Putri)