AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
0.00
-100%
-17099.21
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
814,092 / gram

Kemenparekraf Tegaskan, Berita PHRI Menolak CHSE Tidak Benar

ECONOMICS
Novi Fauziah
Rabu, 29 September 2021 07:34 WIB
Kemenparekraf mengatakan bahwa Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tidak pernah menolak sertifikasi CHSE.
Kemenparekraf Tegaskan, Berita PHRI Menolak CHSE Tidak Benar (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Deputi IV Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenparekraf) Fadjar Hutomo (Cak Tom) mengatakan, bahwa Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) tidak pernah menolak sertifikasi Cleanliness, Health, Safety and Environmental Sustainability (CHSE).

"Sesuai klarifikasi dari Ketua PHRI kepada saya, pemberitaan itu tidak tepat karena PHRI Tidak Menolak Sertifikasi CHSE," ujar Cak Tom saat dihubungi MNC Portal Selasa (28/9/21).

Lebih lanjut, ia menegaskan, PHRI tidak pernah menyatakan menolak sertifikasi CHSE karena hal tersebut telah dikonfirmasi langsung oleh pihak Kemenparekraf dan yang tidak tepat adalah pemberitaannya.

"Yang tidak tepat pemberitaannya," terangnya.

Sementara itu Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf), Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan, standar protokol kesehatan yang terangkum dalam CHSE nantinya akan terintegasi ke Aplikasi Pedulilindungi.

Sandiaga menjelaskan, bahwa CHSE merupakan salah satu strategi pemulihan pariwisata dan ekonomi kreatif (parekraf) di Indonesia, tepatnyakepada Para pelaku yang terkena imbas COVID-19.

"CHSE sebagai protokol untuk mengembalikan kepercayaan dan keyakinan wisatawan," ujar Sandiaga dalam Weekly Press Briefing secara virtual Senin (27/9/30).

Kemudian sebelumnya beredar informasi, PHRI diduga menolak program yang diwajibkan itu, yakni diharuskan memiliki sertifikat CHSE.

Ketua Umum PHRI Hariyadi Sukamdani mengatakan, hal tersebut akan menambahkan beban kepada para pelaku usaha di sektor ekonomi kreatif (parekraf). 

"Mewakili teman-teman PHRI merasa keberatan," tuturnya dalam konferensi pers yang dilakukan secara virtual, Senin (27/9/21).

Ia pun menilai bahwa, sertifikasi CHSE ini bersifat insidentil untuk mengembalikan kepercayaan masyarakat di masa pandemi COVID-19 dan tidak seharusnya berlaku mandatori. Kemudian uji coba pembukaan Bali pun akan segera dilakukan.

(IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD