Pada 2026, pengembangan PFF Bali terus diperkuat melalui berbagai program pelatihan berbasis praktik yang mendukung pengembangan industri hilir minyak atsiri dan ekonomi kreatif masyarakat.
Selanjutnya, PFF Bali akan melaksanakan Pelatihan Peracikan Parfum pada 29 Mei 2026 sebagai bagian dari pengembangan kompetensi industri fragrance berbasis minyak atsiri.
Selain itu, akan diselenggarakan Pelatihan Pembuatan Sabun dan Lilin Aromaterapi pada 29 Juni 2026 guna mengembangkan produk wellness berbasis bahan alam. Pada 7 Agustus 2026, PFF Bali juga direncanakan menyelenggarakan Pelatihan Pembuatan Dupa Aromaterapi untuk mendukung diversifikasi produk hilir minyak atsiri bernilai tambah.
Putu menambahkan, pengembangan industri flavor dan fragrance nasional memerlukan sinergi yang kuat antara pemerintah, akademisi, asosiasi, dan pelaku usaha agar tercipta rantai nilai industri yang berkelanjutan.
"Indonesia memiliki potensi besar untuk menjadi salah satu pusat pengembangan produk flavor, fragrance, dan wellness berbasis bahan alam di tingkat global. Karena itu, penguatan hilirisasi dan pengembangan SDM industri harus terus dipercepat," kata dia.