Meski demikian, dia menjelaskan rendahnya konsumsi susu nasional justru membuka peluang bagi industri pengolahan susu untuk terus berkembang. Saat ini, tingkat utilisasi industri pengolahan susu masih berada di kisaran 72 persen, sehingga masih tersedia ruang untuk meningkatkan kapasitas produksi.
"Jadi masih ada ruang gerak untuk peningkatan kapasitas di industri untuk memenuhi kebutuhan dalam meningkatkan konsumsi susu," ujar dia.
Merrijantij menegaskan Kementerian Perindustrian bersama pelaku industri mendukung berbagai upaya peningkatan konsumsi susu nasional. Langkah tersebut dinilai penting untuk mendukung terciptanya sumber daya manusia yang unggul menuju Indonesia Emas 2045.
Selain itu, pemerintah juga melihat adanya peluang peningkatan pasokan susu untuk mendukung Program Makan Bergizi Gratis (MBG). Namun, dia mengakui masih terdapat tantangan dalam pemenuhan kebutuhan susu program tersebut.
"Kami menyadari ini masih ada ketertinggalan dalam suplainya mengingat memang selama ini kapasitas filling unit untuk volume yang ditetapkan di MBG ini masih belum sesuai dengan harapan," ujarnya.
(NIA DEVIYANA)