AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2022/05/25 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
539.29
-0.73%
-3.98
IHSG
6883.50
-0.44%
-30.64
LQ45
1009.51
-0.63%
-6.42
HSI
20116.20
-0.27%
-55.07
N225
26604.84
-0.27%
-72.96
NYSE
15080.98
0.3%
+45.11
Kurs
HKD/IDR 1,866
USD/IDR 14,657
Emas
875,038 / gram

Kementan Ambil Langkah Pemusnahan untuk Atasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku

ECONOMICS
Iqbal Dwi Purnama
Jum'at, 13 Mei 2022 20:27 WIB
Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya adalah melakukan pemusnahan terhadap hewan ternak yang terjangkit.
Kementan Ambil Langkah Pemusnahan untuk Atasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: MNC Media)
Kementan Ambil Langkah Pemusnahan untuk Atasi Wabah Penyakit Mulut dan Kuku. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Demi mengatasi penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK), Kementerian Pertanian (Kementan) mengambil sejumlah langkah strategis, di antaranya adalah melakukan pemusnahan terhadap hewan ternak yang terjangkit.

Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan setidaknya ada tiga langkah-langkah yang akan diambil dalam waktu dekat untuk menanggulangi wabah virus PMK.

Menurut Mentan pertama yang dilakukan adalah menyusun agenda temporary, yaitu dengan pengadaan vaksin, melakukan vaksinasi darurat, dan pembatasan lalu lintas hewan serta produk hewan.

"Kami juga menyiapkan agenda SOS, seperti melakukan pemusnahan terbatas ternak yang terkonfirmasi positif PMK," ujar Mentan pada keterangan tertulisnya, dikutip Jumat (13/5/2022).

Selain itu pemerintah juga mempersiapkan untuk memberlakukan lockdown zonasi untuk tingkat kecamatan/kabupaten di setiap wilayah yang terkonfirmasi penyebaran virus PMK, serta sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat terkait SOP Pencegahan dan pengendalian PMK.

Agenda lanjutan yanj bakal ditetapkan permanen adalah pembuatan vaksin melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) dan melakukan vaksinasi masal dan surveilans untuk hewan-hewan ternak secara rutin.

"Dari sekian banyak hewan ternak yang menjadi suspect ternyata bisa disembuhkan. Intinya dalam menghadapi PMK ini jangan panik," kata Mentan.

Seperti diketahui saat ini wabah PMK tengah menjangkit beberapa daerah di Indonesia. Mengingat setidaknya data terakhir sebanyak 13 hewan ternak mati akibat wabah tersebut. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD