AALI
7950
ABBA
600
ABDA
0
ABMM
1240
ACES
1320
ACST
248
ACST-R
0
ADES
2410
ADHI
685
ADMF
7700
ADMG
216
ADRO
1335
AGAR
398
AGII
1790
AGRO
2500
AGRO-R
0
AGRS
264
AHAP
59
AIMS
420
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
650
AKRA
3600
AKSI
422
ALDO
635
ALKA
226
ALMI
270
ALTO
328
Market Watch
Last updated : 2021/07/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
438.19
-1.28%
-5.68
IHSG
6070.04
-0.83%
-50.69
LQ45
823.04
-1.17%
-9.71
HSI
25961.03
-1.35%
-354.29
N225
27283.59
-1.8%
-498.83
NYSE
16697.14
0.75%
+123.58
Kurs
HKD/IDR 1,858
USD/IDR 14,460
Emas
850,320 / gram

Kementan Ungkap Penyebab Harga Cabai Melambung Tinggi

ECONOMICS
Rina Anggraeni/Sindonews
Minggu, 14 Maret 2021 19:58 WIB
Diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, harga cabai rawit mahal dikarenakan banyak tanaman cabai yang terkena penyakit.
Kementan Ungkap Penyebab Harga Cabai Melambung Tinggi. (Foto : MNC Media)

IDXChannel - Kementerian Pertanian mengungkapkan penyebab harga cabai melonjak tinggi. Diungkapkan Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, harga cabai rawit mahal dikarenakan banyak tanaman cabai yang terkena penyakit sehingga mengganggu produktivitas.

"Karena harga cabai masih tinggi di sentra-sentra cabai dan banyak cabai kena penyakit antraknose dan layu fusarium," kata Prihasto saat dihubungi reporter MNC Portal Indonesia di Jakarta, Minggu (14/3/2021).

Sekadar informasi, harga cabai rawit merah masih tinggi. Harga cabai rawit merah bahkan menyentuh Rp120.000 per kilogram (Kg). Harga tersebut menurun dari hari sebelumnya yang mencapai Rp130.000 hingga Rp140.000 per kilogram.

Ditegaskan Prihasto, pihaknya memastikan akan menggelar operasi pasar agar harga cabai rawit kembali normal. Serta harga cabai bisa normal kembali pada April. "Kita sudah dilakukan gerdal pengendalian OPT. Mudah-mudahan April harga cabai rawit normal," jelasnya.

Kementerian Pertanian mengungkapkan terus melakukan berbagai upaya untuk menjamin ketersediaan komoditas strategis termasuk cabai rawit. Direktur Jenderal Hortikultura, Prihasto Setyanto, mengatakan tidak ada impor untuk merespon kenaikan harga cabai yang terjadi dua bulan terakhir. Koordinasi dengan berbagai pihak untuk mempercepat pasokan dan meredam kenaikan harga cabai rawit telah dilakukan.

"Kami sudah berkoordinasi dengan Badan Ketahanan Pangan, BUMN yakni PT Rajawali Nusantara Indonesia (RNI), Paguyuban Pedagang dan Pengelola Pasar Induk Kramat Jati, serta dengan para Champion Cabai Indonesia," katanya.

Sementara itu, berbagai upaya jangka pendek yang dapat dilakukan untuk menstabilkan pasokan dan meredam kenaikan harga cabai rawit dibahas dalam rakor tersebut. BKP menggelar pasar cabai murah di 34 titik yang berlangsung dari pada 8-20 Maret. 

"Kita akan mendukung pendistribusian cabai dengan fasilitasi sarana distribusi yang dimiliki. Selain itu Ditjen Horti juga menyusun perjanjian kerjasama dengan RNI dalam upaya stabilisasi pasokan ini," pungkas Prihasto. (FHM)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD