IDXChannel - Sekretaris Jenderal Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ahmad Erani Yustika menyebutkan saat ini ada 13 proyek hilirisasi yang tengah masuk dalam prafeasibility study (pra-FS). Total nilai investasi dari proyeksi mencapai sekitar Rp239 triliun.
"Paling yang di kami sekarang finalisasi yang 13 proyek itu, pra-FS-nya. Nah, itu kan harus segera kita rampungkan (target) Juli," ujarnya saat ditemui di Kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, saat ini dokumen pra-FS masih berada di satuan tugas (Satgas) hilirisasi yang sebelumnya dibentuk oleh Presiden Prabowo Subianto. Setelah dokumen pra FS tersebut rampung, barulah nanti diserahkan kepada Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara.
Erani menjelaskan, dokumen yang nantinya diserahkan kepada Danantara bakal dikaji lebih jauh untuk menimbang aspek keekonomian sebelum melaksanakan proyek tersebut.
Sebelumnya, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia menyebutkan bahwa 13 proyek hilirisasi ini merupakan sasaran baru pemerintah, yang telah menyusun setidaknya 20 proyek hilirisasi yang akan dikerjakan dalam beberapa waktu mendatang.
"Kemudian kita tambah lagi ada 13 item hilirisasi yang total investasinya kurang lebih sekitar Rp239 triliun dan akan kita bahas finalisasi," kata Bahlil dalam keterangan tertulis Maret lalu.
Selain hilirisasi, pemerintah juga mendorong untuk pengoptimalan seluruh potensi sumber daya untuk memperkuat swasembada. Fokusnya antara lain pada etanol dan biodiesel berbasis Crude Palm Oil (CPO) sebagai bagian dari upaya mengurangi ketergantungan terhadap impor.
"Presiden memerintahkan untuk mengoptimalkan seluruh potensi-potensi energi yang ada di kita baik itu etanol, baik itu biodiesel, dari CPO-CPO," kata dia.
(Febrina Ratna Iskana)