"Hari ini pendekatannya dibalik, tidak lagi memindahkan semut, tetapi bagaimana Kementerian Transmigrasi mencetak gula sehingga semutnya itu bisa datang secara alamiah. Apa yang dimaksud dengan gula hari ini, itu adalah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satunya, salah satu gulanya itu adalah sektor strategis seperti minyak dan gas, seperti yang sudah ada di kawasan transmigrasi Samboja," kata Iftitah dalam jumpa pers di kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026).
Iftitah menitiberatkan optimismenya hasil eksplorasi sumber migas baru ini bakal berkontribusi bagi perekonomian nasional. Mulai dari masuknya investasi hingga penciptaan lapangan kerja. Sehingga, pemerintah bakal menyiapkan infrastruktur penunjang dasar industri seperti akses jalan dan jembatan.
"Multiplier effect-nya juga akan tumbuh. tadi juga sudah disampaikan dari SKK Migas. Jika ada penduduk lokal yang nanti lulusan SMK atau misalkan STM yang memang bisa berpotensi untuk diterima bekerja di sana, akan kami latih juga supaya bisa bekerja di sana," kata Iftitah.
Dalam momen sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan potensi sumber gas di daerah transmigran tersebut mencapai 11,64 miliar kaki kubik, dan cakupan minyak tembus satu juta per barel. Semua potensi eksploitasi sumber daya ini diestimasikan didapat dari 2026-2032.
"Kami apresiasi sekali kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dan waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai," kata dia.