sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Kementrans-SKK Migas Garap Potensi Migas di Kaltim, Nilai Ekonomi Capai Rp2,5 Triliun

Economics editor Rohman Wibowo
04/05/2026 13:02 WIB
SKK Migas menemukan potensi migas di kawasan transmigrasi di Kaltim yang nilai ekonominya mencapai Rp2,5 triliun.
Kementrans-SKK Migas Garap Potensi Migas di Kaltim, Nilai Ekonomi Capai Rp2,5 Triliun. (Foto: iNews Media Group)
Kementrans-SKK Migas Garap Potensi Migas di Kaltim, Nilai Ekonomi Capai Rp2,5 Triliun. (Foto: iNews Media Group)

IDXChannel – Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) menemukan potensi migas di kawasan transmigrasi yang terletak di Samboja, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur. Total nilai ekonomi dari proyek tersebut mencapai Rp2,5 triliun

SKK Migas telah mendapatkan izin eksploitasi di atas tanah Hak Pengelolaan Lahan (HPL) transmigrasi oleh Kementerian Transmigrasi (Kementrans) dan bakal memulai proses pengeboran pada Juni 2026.

Menteri Transmigrasi Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara membeberkan temuan potensi migas bersumber dari 13 ladang migas yang merupakan hasil pengembangan dari eksplorasi oleh Pertamina.

Potensi sumber daya ini digadang-gadang bakal berdampak pada pemenuhan energi nasional, selain menciptakan efek rambatan bagi para transmigran.

Iftitah menganalogikan sumber migas ini bak menjadi gula, dan para transmigran sebagai semut. Jika biasanya, para transmigran dipersepsikan bertransmigrasi dari satu tempat padat ke tempat lengang tanpa kepastian secara ekonomi, kini sumber daya alam di daerah pindahan bisa menjadi ceruk ekonomi untuk bertahan hidup.

"Hari ini pendekatannya dibalik, tidak lagi memindahkan semut, tetapi bagaimana Kementerian Transmigrasi mencetak gula sehingga semutnya itu bisa datang secara alamiah. Apa yang dimaksud dengan gula hari ini, itu adalah pusat-pusat pertumbuhan ekonomi yang baru. Salah satunya, salah satu gulanya itu adalah sektor strategis seperti minyak dan gas, seperti yang sudah ada di kawasan transmigrasi Samboja," kata Iftitah dalam jumpa pers di kantor Kementrans, Jakarta, Senin (4/5/2026).

Iftitah menitiberatkan optimismenya hasil eksplorasi sumber migas baru ini bakal berkontribusi bagi perekonomian nasional. Mulai dari masuknya investasi hingga penciptaan lapangan kerja. Sehingga, pemerintah bakal menyiapkan infrastruktur penunjang dasar industri seperti akses jalan dan jembatan.

"Multiplier effect-nya juga akan tumbuh. tadi juga sudah disampaikan dari SKK Migas. Jika ada penduduk lokal yang nanti lulusan SMK atau misalkan STM yang memang bisa berpotensi untuk diterima bekerja di sana, akan kami latih juga supaya bisa bekerja di sana," kata Iftitah.

Dalam momen sama, Kepala SKK Migas Djoko Siswanto menjelaskan potensi sumber gas di daerah transmigran tersebut mencapai 11,64 miliar kaki kubik, dan cakupan minyak tembus satu juta per barel. Semua potensi eksploitasi sumber daya ini diestimasikan didapat dari 2026-2032.

"Kami apresiasi sekali kepada Kementerian Transmigrasi beserta jajaran yang telah mengizinkan kami untuk melakukan eksplorasi dan produksi. Kebetulan akan dilaksanakan dan waktu dekat, yaitu bulan depan kita mulai," kata dia.

Djoko berharap kerja sama tersebut menjadi momentum sejarah sesuai amanat Undang-Undang 45 pasal 33 di mana minyak dan gas bumi kekayaan di dalamnya digunakan semaksimalnya untuk kemakmuran masyarakat.

(Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement