Nota Kesepahaman TCTP yang pertama kali diluncurkan pada tahun 2021 diperbarui pada Mei 2025 melalui penandatanganan antara Menko Airlangga dan Menteri Perdagangan Republik Rakyat China Wang Wentao. Penandatanganan tersebut disaksikan langsung oleh Presiden Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Li Qiang, sebagai wujud kuatnya komitmen politik di tingkat tertinggi.
Sebagai bagian dari penguatan kerja sama TCTP, telah ditandatangani 16 proposal proyek antara perusahaan Fujian dan mitra Indonesia dengan nilai total Rp36,4 triliun atau sekitar USD2,19 miliar. Proyek-proyek tersebut mencakup berbagai sektor strategis, mulai dari logam dasar, pengolahan daging dan makanan laut, tekstil, teh, furnitur, drone, baterai, hingga kecerdasan buatan.
Airlangga juga menegaskan bahwa Indonesia menyambut kolaborasi yang lebih luas ke depan, termasuk di bidang infrastruktur, logistik, industri hilir, manufaktur, energi terbarukan, ekonomi digital, AI, komputasi kuantum, ketahanan pangan, kesehatan, serta pengembangan sumber daya manusia.
Dalam hal investasi, pemerintah terus memperbaiki iklim usaha melalui reformasi regulasi, pembangunan infrastruktur, dan konsistensi kebijakan agar Indonesia tetap menjadi tujuan investasi jangka panjang yang menarik. Indonesia juga telah membentuk gugus tugas khusus untuk mempercepat program strategis pemerintah guna memperlancar proses investasi.
(Shifa Nurhaliza Putri)