Selain menghadapi potensi kenaikan harga bahan baku, pelaku warteg juga dibayangi penurunan daya beli masyarakat.
Kenaikan biaya transportasi yang dirasakan pengguna Pertamax diperkirakan akan membuat masyarakat lebih selektif dalam membelanjakan uangnya, termasuk untuk kebutuhan makan di luar rumah.
Mukroni menambahkan, kelompok pekerja kantoran, buruh, hingga pengemudi ojek online yang menjadi pelanggan utama warteg berpotensi mengurangi pengeluaran konsumsi apabila beban biaya transportasi terus meningkat.
"Ketika pengeluaran bensin mereka membengkak, ruang belanja untuk porsi makan di luar otomatis ikut menyusut. Akibatnya, omzet harian warteg berpotensi ikut tertekan jika situasi ini bertahan lama," kata dia.
(Nur Ichsan Yuniarto)