AALI
8475
ABBA
224
ABDA
6050
ABMM
4290
ACES
620
ACST
187
ACST-R
0
ADES
7300
ADHI
740
ADMF
8275
ADMG
166
ADRO
4160
AGAR
296
AGII
2200
AGRO
595
AGRO-R
0
AGRS
94
AHAP
100
AIMS
248
AIMS-W
0
AISA
177
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1620
AKRA
1415
AKSI
320
ALDO
665
ALKA
290
ALMI
380
ALTO
169
Market Watch
Last updated : 2022/10/06 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.89
0.07%
+0.35
IHSG
7083.18
0.11%
+7.79
LQ45
1011.70
0.01%
+0.07
HSI
18081.99
-0.03%
-5.98
N225
27374.78
0.94%
+254.25
NYSE
14262.03
-0.4%
-57.47
Kurs
HKD/IDR 1,934
USD/IDR 15,192
Emas
841,825 / gram

Kenakan Baju Adat di Pidato Kenegaraan, Ini Berbagai Sumber Ekonomi Suku Baduy

ECONOMICS
Firda Dwi Muliawati
Senin, 16 Agustus 2021 11:11 WIB
Presiden Joko Widodo kenakan pakaian adat Suku Baduy dalam menghadiri Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8/2021), pagi ini.
Kenakan Baju Adat di Pidato Kenegaraan, Ini Berbagai Sumber Ekonomi Suku Baduy (FOTO:MNC Media)
Kenakan Baju Adat di Pidato Kenegaraan, Ini Berbagai Sumber Ekonomi Suku Baduy (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Presiden Joko Widodo kenakan pakaian adat Suku Baduy dalam menghadiri Sidang Tahunan MPR, Senin (16/8/2021), pagi ini. 

Kantor Staf Presiden (KSP) melalui akun Twitter resminya menyatakan bahwa pakaian adat Presiden RI tahun ini adalah sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai- nilai adat dan budaya Suku Baduy di Lebak, Banten, Senin (16/8/2021). 

Selain sebagai penghormatan, nyatanya Suku Baduy memiliki sistem perekonomian tersendiri dan bergantung pada hasil pertanian mereka sendiri. Dimana sejumlah warga Baduy menjual hasil pertaniannya di Pasar Rangkasbitung. Hasil taninya seperti pisang, daun sereh, petai, dan umbi-umbian. 

Dikutip dari berbagai sumber, Senin (16/8/2021), seorang warga Baduy, Salim mengungkapkan, hasil penjualan hasil tani sereh bisa capai 30 kilogram setiap menjualnya ke pasar. 

“Kami terbantu ekonomi keluarga dengan menjual hasil pertanian itu,” ungkapnya, dari berbagai sumber, Senin (16/8/2021). 

Selain memiliki perekonomian yang mandiri, masyarakat Baduy yang penduduknya capai 11 ribu jiwa itu tidak terdampak krisis ekonomi akibat pandemi Covid-19 yang melanda dunia sejak 2019 lalu. 

Nyatanya, Warga Baduy Dalam maupun Baduy Luar, hingga saat ini tidak mengalami masalah ekonomi yang menimpa masyarakat Indonesia pada umumnya. Dilansir dari berbagai sumber, (16/8/2021), warganya tidak ditemukan kerawanan pangan maupun kelaparan. 

Dimana tanaman yang dikembangkan oleh warga Baduy bisa menopang ekonomi bulanan. Selain itu, kerajinan masyarakat Baduy hingga kini menopang ekonomi keluarga, meski Covid-19 merebak di bumi. 

Dengan kemandirian ekonominya, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Kabupaten Lebak, Dedi Rahmat mengapresiasi pengrajin Baduy yang tetap bertahan di tengah pandemi. Sekitar 560 unit usaha dan hingga kini masih memproduksi kerajinan. 

“Kami berharap kerajinan warga Baduy dapat menopang kehidupan mereka menjadi lebih baik dan sejahtera,” ujar Dedi, dikutip dari berbagai sumber, Senin (16/8/2021). 

Di sisi lain, Presiden Jokowi dalam pidatonya, pemerintah memastikan agar masyarakat bisa memperoleh pekerjaan yang layak dan mendongkrak perekonomian nasional. 

“Struktur ekonomi kita yang selama ini lebih dari 55% dikontribusikan oleh konsumsi rumah tangga, harus terus kita alihkan menjadi lebih produktif dengan mendorong hilirisasi, investasi dan ekspor. Fokus pemerintah adalah menciptakan sebanyak mungkin lapangan kerja baru yang berkualitas. Implementasi Undang-Undang Cipta Kerja terus kita percepat," kata Jokowi dalam pidato kenegaraan menjelang HUT ke-76 RI, Senin (16/8/2021).

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD