AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Kerap Alami Up and Down, Erick Thohir Minta PTPN III Perkuat Human Capital

ECONOMICS
Suparjo Ramalan
Selasa, 17 Agustus 2021 20:17 WIB
Menteri BUMN, Erick Thohir menilai, bisnis Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) kerap mengalami ketidakstabilan (up and down).
Kerap Alami Up and Down, Erick Thohir Minta PTPN III Perkuat Human Capital
Kerap Alami Up and Down, Erick Thohir Minta PTPN III Perkuat Human Capital

IDXChannel - Menteri BUMN, Erick Thohir menilai, bisnis Holding Perkebunan Nusantara atau PTPN III (Persero) kerap mengalami ketidakstabilan (up and down). Hal tersebut lantaran transformasi sumber daya manusia (SDM) yang belum mengalami transformasi. 

Meski, saat ini manajemen perseroan telah mengambil sejumlah langkah strategis untuk mendukung program transformasi di berbagai lini bisnis perusahaan, Erick tetap mengingatkan, pembaharuan SDM menjadi kunci utama yang harus dilakukan. 

"Kenapa PTPN III ini selalu up and down? Dan akhirnya merusak sendi-sendi bisnis PTPN, merusak petani sekitar, merusak penduduk sekitar, dan juga merusak diri sendiri karena tidak diiringi dengan transformasi human capital," ujar Erick, Selasa (17/8/2021)  

Pemegang saham mencatat, perjalanan PTPN III kurang lebih hampir 100 tahun lamanya kerap kali mengalami kondisi naik dan turun. Padahal, bisnis inti (core business) perusahaan pelat merah itu dinilai potensial. 

Potensi tersebut didukung oleh aset, logistik, hingga jangkauan pasar perusahaan. Selain itu, posisi perusahaan pun sejalan dengan sumber daya alam (SDA) Indonesia. 

"Karena itu, saya sangat berpesan dari awal ketika bertemu dengan Pak Abdul Ghani, Pak Dirut, transformasi human capital menjadi kunci daripada PTPN Group, karena secara aset, secara logistik, secara jangkauan, secara market ini sudah sangat menguntungkan," tutur dia. 

Erick memang tak mengelak Holding Perkebunan Nusantara telah melakukan transformasi bisnisnya. Tercatat, di kuartal II-2021, perusahaan berhasil membukukan keuntungan sebesar Rp1,4 triliun. Sementara, revenue atau pendapatan mencapai Rp21,3 triliun. 

Atas capaian tersebut, mantan Bos Inter Milan itu mengapresiasi kinerja manajemen. Namun, Erick juga mengingatkan agar manajemen tidak dininabobokan kantaran pendapatan yang yang tercatat positif. 

"Transformasi bisnis dari PTPN III sekarang sudah terjadi, terima kasih, saya melihat dari target profit yang tadinya minus 1,2 persen, di kuartal II ini bisa untung Rp1,4 triliun, peningkatan revenue sekarang di Rp21,3 triliun, yaitu dibatas target yang ditetapkan," ungkap dia. (NDA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD