Selain itu, penggunaan material handler yang dirancang khusus untuk waste handling juga memungkinkan proses transfer limbah dilakukan secara lebih efisien dan berkelanjutan.
Presiden Direktur PT Multicrane Perkasa, Adrianus Hadiwinata, menyampaikan bahwa keberhasilan proyek Waste-to-Energy sangat bergantung pada kesiapan sistem operasional di lapangan, bukan semata pada teknologi pembangkit.
"Pengelolaan sampah berkelanjutan membutuhkan dukungan operasional yang solid. Stabilitas penanganan limbah menjadi faktor penting agar proyek WtE dapat berjalan secara efisien dan berkelanjutan," ujarnya dalam keterangan resmi, Rabu (4/2/2026).
Seiring meningkatnya komitmen pemerintah terhadap pengembangan Waste-to-Energy, peran mitra industri yang memahami karakteristik limbah domestik dinilai semakin krusial. Dengan dukungan sistem operasional yang tepat, proyek WtE diharapkan tidak hanya berfungsi secara teknis, tetapi juga layak secara ekonomi dan mampu beroperasi dalam jangka panjang.
(Dhera Arizona)