IDXChannel – Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York bersama vOffice InvestinAsia Group dan Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (GEKRAFS) menandatangani Letter of Intent (LOI).
Hal ini sebagai langkah awal mendukung pengembangan Indonesia Center New York, sebuah platform yang dirancang untuk memperkuat promosi bisnis, investasi, ekonomi kreatif, dan budaya Indonesia di Amerika Serikat (AS).
Penandatanganan LOI ini menjadi bagian dari upaya memperkuat kehadiran Indonesia di salah
satu pusat ekonomi dan bisnis paling berpengaruh di dunia.
Melalui inisiatif tersebut, para pihak ingin menciptakan wadah yang dapat mempertemukan pelaku usaha Indonesia, investor internasional, komunitas kreatif, serta berbagai pemangku kepentingan global dalam satu ekosistem yang terintegrasi.
Di tengah meningkatnya minat perusahaan Indonesia untuk memperluas pasar internasional
serta semakin besarnya perhatian investor global terhadap Asia Tenggara, keberadaan Indonesia Center New York diharapkan dapat menjadi jembatan yang memperkuat hubungan ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat.
Konsul Jenderal Republik Indonesia di New York, Winanto Adi, mengatakan Indonesia memiliki potensi ekonomi, budaya, dan kreativitas yang besar yang perlu ditampilkan secara lebih
terintegrasi di tingkat internasional.
“Kolaborasi ini merupakan langkah awal untuk memperkuat kehadiran Indonesia di Amerika Serikat melalui berbagai program yang menghubungkan pelaku usaha, investor, komunitas kreatif, dan masyarakat internasional. Kami berharap sinergi ini dapat mendukung terwujudnya Indonesia Center New York sebagai platform yang memperkenalkan Indonesia secara lebih komprehensif sekaligus membuka peluang baru bagi perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi,” ujar Winanto dikutip keterangan pers Minggu (14/6/2026).
Melalui kerja sama tersebut, KJRI New York akan memperkuat diplomasi ekonomi dan menjembatani hubungan dengan berbagai pemangku kepentingan di Amerika Serikat.
GEKRAFS akan mendorong promosi ekonomi kreatif Indonesia di pasar internasional, sementara vOffice InvestinAsia Group akan mendukung melalui ekosistem layanan bisnis,
investasi, legalitas, serta pengembangan usaha yang telah dibangun selama lebih dari satu
dekade.
Direktur vOffice InvestinAsia Group, Erwin Arivianto Soerjadi menambahkan bahwa perusahaan melihat kebutuhan yang semakin besar akan platform yang mampu membantu pelaku usaha Indonesia membangun koneksi global secara lebih efektif.
“New York merupakan salah satu pusat bisnis dan investasi terpenting di dunia. Indonesia memiliki banyak perusahaan yang siap berkembang ke tingkat internasional, namun masih membutuhkan akses yang lebih luas terhadap jaringan bisnis, investor, dan peluang kolaborasi global. Melalui Indonesia Center New York, kami berharap dapat membantu mempertemukan berbagai peluang tersebut dalam satu ekosistem yang lebih terintegrasi,” kata Erwin.
vOffice InvestinAsia Group telah mendukung pertumbuhan dunia usaha di Indonesia selama
lebih dari 13 tahun dan melayani lebih dari 50.000 klien dari berbagai negara.
Melalui jaringan lebih dari 40 lokasi di berbagai kota besar, vOffice dikenal sebagai salah satu penyedia virtual office dan coworking space terbesar dengan lokasi terbanyak di Indonesia.
Sementara melalui InvestinAsia, grup ini juga membantu investor asing mendirikan dan mengembangkan bisnis di Indonesia sekaligus mendukung perusahaan Indonesia yang ingin memperluas aktivitas usahanya ke pasar internasional.
Ketua Umum GEKRAFS, Kawendra Lukistian menilai bahwa penguatan eksposur Indonesia di tingkat global perlu didukung oleh kolaborasi lintas sektor yang berkelanjutan.
“Indonesia memiliki kekayaan kreativitas, budaya, dan talenta yang luar biasa. Melalui kerja sama ini, kami berharap semakin banyak pelaku ekonomi kreatif Indonesia yang memperoleh akses pasar internasional, memperluas jejaring global, dan memperkenalkan karya-karya terbaik Indonesia kepada dunia,” ujar Kawendra.
Sementara itu, Advisory Committee vOffice InvestinAsia Group sekaligus Ketua Dewan Pembina DPP GEKRAFS, Sandiaga Uno menegaskan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak platform yang mampu memperkenalkan potensi nasional secara nyata kepada komunitas global.
“Indonesia memiliki potensi yang sangat besar sebagai negara dengan ekonomi terbesar di Asia Tenggara dan anggota G20. Namun, potensi tersebut perlu didukung oleh kehadiran yang lebih kuat di panggung global. Indonesia Center New York diharapkan dapat menjadi platform strategis yang memperkenalkan budaya, produk, talenta, dan peluang investasi Indonesia kepada dunia sekaligus memperkuat nation branding Indonesia secara berkelanjutan,” kata Sandiaga Uno.
Ke depan, para pihak akan menjajaki berbagai program kolaboratif yang mencakup promosi investasi, business matching, forum bisnis internasional, kegiatan networking, pengembangan ekonomi kreatif, serta berbagai inisiatif lain yang mendukung peningkatan hubungan ekonomi Indonesia dan Amerika Serikat.
Indonesia Center New York dirancang sebagai platform yang mengintegrasikan fungsi promosi
budaya, showcase produk Indonesia, pengembangan komunitas, serta dukungan ekspansi bisnis ke pasar Amerika Serikat.
Inisiatif ini diharapkan dapat menjadi katalis bagi peningkatan perdagangan, investasi, dan kerja sama ekonomi antara Indonesia dan Amerika Serikat sekaligus membuka peluang yang lebih luas bagi pelaku usaha nasional untuk bersaing di pasar global.
(kunthi fahmar sandy)