Terdapat survei yang mengejutkan bahwa hampir 21% perusahaan Taiwan telah dan akan memindahkan manufakturnya ke China. Hal ini menunjukkan bahwa beberapa perusahaan Taiwan tidak dapat memisahkan diri dari China.
"Gerakan terbalik ini tidak sepenuhnya menggantikan pergerakan dari (daratan) China, tetapi ini memperkuat kesimpulan bahwa Taiwan tidak memisahkan diri dari ekonomi China," kata CSIS saat merilis temuannya, dilansir South China Morning Post, Senin (10/10/2022).
CSIS mengatakan terdapat dua faktor yang menyebabkan mereka pindah ke China. Pertama, mengenai rantai pasokan. Kedua, mengenai potensi di China lebih menguntungkan dari potensi pasar di Taiwan.
Hampir seperempat perusahaan Taiwan mendukung kemerdekaan Taiwan dari China, sementara 69% memilih status quo, dan 6% mendukung penyatuan dengan China. (NIA)
Penulis: Ahmad Dwiantoro