AALI
9450
ABBA
278
ABDA
6050
ABMM
2490
ACES
720
ACST
174
ACST-R
0
ADES
6125
ADHI
755
ADMF
8150
ADMG
174
ADRO
3150
AGAR
312
AGII
2340
AGRO
840
AGRO-R
0
AGRS
116
AHAP
95
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
152
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1530
AKRA
1215
AKSI
268
ALDO
750
ALKA
288
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/11 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
542.41
1.11%
+5.93
IHSG
7160.39
1.05%
+74.15
LQ45
1018.33
1.04%
+10.53
HSI
20082.43
2.41%
+471.59
N225
0.00
-100%
-27999.96
NYSE
0.00
-100%
-15264.79
Kurs
HKD/IDR 160
USD/IDR 14,765
Emas
848,754 / gram

Kopi Khas Jabar Bakalan Mejeng di Pameran World Coffee

ECONOMICS
Agung Bakti Sarasa
Selasa, 21 Juni 2022 04:07 WIB
Pemprov Jawa Barat terus mempromosikan komoditas kopi unggulannya, agar lebih mendunia dengan mengirimkan produk kopi terbaiknya ke ajang pameran kopi dunia.
Kopi Khas Jabar Bakalan Mejeng di Pameran World Coffee. (Foto: MNC Media)
Kopi Khas Jabar Bakalan Mejeng di Pameran World Coffee. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Pemprov Jawa Barat terus mempromosikan komoditas kopi unggulannya, agar lebih mendunia dengan mengirimkan produk kopi terbaiknya ke ajang pameran kopi dunia atau World Coffee di Milan, Italia, 23-25 Juni 2022 mendatang.

World of Coffee sendiri merupakan perhelatan bagi komunitas kopi di seluruh dunia yang digelar oleh The Specialty Coffee Association (SCA), sebuah organisasi nirlaba yang beranggotakan ribuan pelaku industri kopi profesional, mulai dari produsen kopi hingga barista.

Ajang World of Coffee bertujuan untuk mengembangkan dan mempromosikan specialty coffee unggulan dunia dan telah berkembang pesat dari 3.000 pengunjung dan 45 peserta pameran menjadi 10.945 pengunjung dan 240 peserta pameran dalam enam tahun terakhir.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi (Disparbud) Jabar, Benny Bachtiar mengatakan, untuk mengikuti pameran itu, proses kurasi biji kopi terbaik Jabar sudah dilakukan. Dari 166 sampel kopi yang masuk, kata Benny, terpilih 10 kopi terbaik dari petani Jabar, yakni enam jenis kopi Arabika, tiga kopi Robusta, dan satu kopi Liberika.

"World of Coffee menjadi gelaran perdagangan kopi terpenting di Eropa. 71 persen ekonomi kreatif kita terpusat di sektor kuliner, termasuk kopi dan teh yang menyumbang 43 persen produk domestik regional bruto," ujar Benny di Bandung, Senin (20/6/2022). 

Menurut Benny, pasar kopi internasional sangat besar. Dengan potensi kopi Jabar yang melimpah, Beny berharap, kopi asal Jabar mendapat tempat di pasar dunia. Terlebih, Jabar punya semangat besar untuk mengangkat kopi sebagai salah satu objek wisata kuliner terbaik. 

"Selama ini kita mengenalkan kopi sebagai komoditi ekspor tanpa menjelaskan story-nya, nah kita ingin memperkenalkan itu. Kita juga ingin harga kopi kita bersaing dan mendapat sertifikat indikator geografis. Kita juga ingin mengembangkan wisata kopi di Jabar," tuturnya.

World of Coffee Milan akan menampilkan pameran produk kopi dari 250 pemasok industri kopi dan Horeka terkemuka dunia di area eksibisi seluas 5.000 meter persegi dengan potensi pengunjung hingga 11.000 peserta terdaftar dan kalangan pelaku usaha serta investor. 

"Pameran ini merupakan agenda internasional yang harus dimanfaatkan pelaku usaha kopi untuk promosi, termasuk UMKM yang bergerak di sektor kopi di Jawa Barat. Kegiatan ini diharapkan menjadi jembatan atau pintu pembuka eksistensi kopi kita di pasar internasional. Kegiatan ini juga didukung oleh Bjb dan Migas Hulu Jabar," katanya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD