AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Krisis Energi di Eropa hingga China, Pemerintah Jamin Pasokan Listrik Tetap Aman

ECONOMICS
Oktiani Endarwati
Kamis, 21 Oktober 2021 16:08 WIB
Banyak negara terutama di Eropa saat ini mengalami krisis energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM).
Krisis Energi di Eropa hingga China, Pemerintah Jamin Pasokan Listrik Tetap Aman (FOTO: MNC Media)
Krisis Energi di Eropa hingga China, Pemerintah Jamin Pasokan Listrik Tetap Aman (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Banyak negara terutama di Eropa saat ini mengalami krisis energi, baik listrik maupun bahan bakar minyak (BBM). Pemerintah melalui Kementerian ESDM, menjamin pasokan listrik hingga akhir tahun aman.

Direktur Jenderal Ketenagalistrikan Kementerian ESDM Rida Mulyana mengatakan, kondisi suplai listrik saat ini masih berlebih. Bahkan pemerintah memastikan tidak akan ada kenaikan atau perubahan tarif listrik sampai akhir tahun 2021.

"Yang pasti kondisi listrik lebih dari cukup. Kemudian diputuskan sampai akhir tahun tidak akan ada kenaikan atau perubahan tarif listrik," ujarnya dalam konferensi pers, Kamis (21/10/2021).

Rida menuturkan, dari sisi pasokan listrik maupun kesiapan kapasitas sudah lebih dari cukup. Di sisi lain, pemerintah juga terus memantau perkembangan krisis energi yang terjadi di sejumlah negara seperti Inggris, India, China, hingga Amerika Serikat.

"Yang sekarang sedang kami pantau dari hari ke hari adalah jaminan supply chain terutama batu bara. Saat ini batu bara dan LNG juga sedang naik. Beberapa negara sudah mengalami krisis energi mulai membakar batu bara lagi. Itu semua untuk menjaga ketahanan energinya," ungkapnya.

Menurut dia, Indonesia sudah mengatur jaminan komoditas batu bara dan gas melalui Domestic Market Obligation (DMO) dengan menjamin pemenuhan di dalam negeri terlebih dahulu.

"Kita patut bersyukur kita punya batu bara, gas, dan lebih dari itu kita sudah mengaturnya untuk menjamin. Misalnya ada DMO batu bara, ada DMO gas, tidak boleh seluruhnya diekspor meski harganya lebih bagus karena ada kewajiban untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri," jelasnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD