AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Sinyal Krisis Energi di Singapura Mulai Terasa, Sejumlah Penyedia Listrik Mulai Tumbang

ECONOMICS
Nanang Wijayanto
Selasa, 19 Oktober 2021 08:19 WIB
Penyedia listrik independen terbesar di negara itu, iSwitch dan tiga perusahaan lain mulai meninggalkan pasar.
Sinyal Krisis Energi di Singapura Mulai Terasa, Sejumlah Penyedia Listrik Mulai Tumbang (FOTO:MNC Media)
Sinyal Krisis Energi di Singapura Mulai Terasa, Sejumlah Penyedia Listrik Mulai Tumbang (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Singapura, sepertinya telah merasakan adanya tanda-tanda krisis energi. Bahkan, di sejumlah penyedia listrik swasta tumbang akibat melambungnya harga energi global

Penyedia listrik independen terbesar di negara itu, iSwitch dan tiga perusahaan lain mulai meninggalkan pasar. 

iSwitch Energy sebagai pengecer listrik swasta terbesar di Singapura pada 11 November 2021 memutuskan menghentikan penjualan akibat dihantam lonjakan harga energi global. Tiga penyedia listrik swasta lainnya, yakni Diamond Electric, Best Electricity Supply dan Ohm Energy telah berhenti menerima pelanggan baru dan menyerahkan kontrak jangka panjang ke penyedia lain. 

"Penyedia listrik swasta tidak bisa menjual kepada pelanggan ritel karena tidak ekonomis. Soalnya, tarif triwulanan ditetapkan jauh di bawah harga pasar berjangka maupun spot," kata Kepala Energi Global di Simpson Spence Young James Whistler seperti dikutip dari The Straits Times, Selasa (19/10/2021). 

Berdasarkan laporan, dari total 12 penyedia listrik swasta sekarang tinggal 8 pengecer akibat dihantam lonjakan harga energi global. Hal itu disampaikan oleh salah satu pelaku industri di Singapura. 

Tak hanya Singapura, penyedia listrik swasta di Inggris juga mengalami hal yang sama sehingga memaksa sekitar 1,7 juta pelanggan beralih ke pengecer lain. 

Pemerintah Singapura pun berkomitmen untuk terus bekerja sama dengan para penyedia listrik swasta menhadapi gejolak pasar energi global sehingga diharapkan tidak mengganggu pasokan listrik kepada masyarakat. Singapore LNG Corp saat ini juga gencar mencari pasokan LNG untuk meningkatkan persediaan gas di dalam negeri. 

Sebagai informasi, harga LNG di pasar spot Asia melonjak lebih dari 500% sejak tahun lalu menjadi lebih dari USD30 per juta british thermal unit (MMBTU) bulan ini. Sementara harga minyak mentah Brent yang sebagian besar kontrak gas jangka panjang Singapura naik ke level tertinggi dalam beberapa tahun terakhir.

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD