AALI
10425
ABBA
424
ABDA
0
ABMM
1500
ACES
1405
ACST
282
ACST-R
0
ADES
2550
ADHI
1185
ADMF
7975
ADMG
228
ADRO
1860
AGAR
346
AGII
1515
AGRO
2010
AGRO-R
0
AGRS
204
AHAP
64
AIMS
406
AIMS-W
0
AISA
240
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
635
AKRA
4280
AKSI
430
ALDO
705
ALKA
234
ALMI
234
ALTO
308
Market Watch
Last updated : 2021/10/15 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
517.26
-0.05%
-0.28
IHSG
6633.34
0.11%
+7.22
LQ45
972.21
-0.05%
-0.45
HSI
25330.96
1.48%
+368.37
N225
29068.63
1.81%
+517.70
NYSE
16744.29
1.4%
+231.13
Kurs
HKD/IDR 1,817
USD/IDR 14,150
Emas
812,528 / gram

Krisis Energi di Inggris Sangat Mengerikan, Banyak Pabrik Terancam Gulung Tikar

ECONOMICS
Nanang Wijayanto
Kamis, 14 Oktober 2021 21:20 WIB
Industri baja, kertas, kaca, semen, keramik, dan bahan kimia di Inggris harus terpaksa tutup pabrik akibat tarif listrik melonjak pesat
Krisis Energi di Inggris Sangat Mengerikan, Banyak Pabrik Terancam Gulung Tikar (FOTO:MNC Media)

IDXChannel - Industri baja, kertas, kaca, semen, keramik, dan bahan kimia di Inggris harus terpaksa tutup pabrik akibat tarif listrik melonjak pesat dampak dari krisis energi. 

Bahkan, pabrik-pabrik terancam bangkrut apabila tidak disediakan keringanan atau insentif. "Tentunya ini akan menghancurkan pabrik baja di Inggris," kata Asosiasi Industri Baja di Inggris seperti dikutip dari CNN International, Kamis (14/10/2021). 

Hal senada juga dilaporkan Asosiasi Industri Kimia. Direktur Eksekutif Asosiasi Industri Kimia Inggris Stephen Elliot mengatakan pabrik-pabrik kimia telah menutup operasional akibat kenaikan biaya produksi. 

"Jika berlangsung tiga minggu lagi, saya tidak menjamin bahwa bisnis kimia tetap bisa lanjut atau menutup produksi sementara waktu," kata dia. 

Sebab itu, asosiasi mengajukan insentif atau keringanan kepada Departemen Keuangan Inggris. Berdasarkan laporan UK Steel harga produsen listrik di Inggris melonjak dari £50 pada April meningkat menjadi £2.500 per megawatt jam di September atau naik hingga dua kali lipat. 

Berdasarkan laporan Independent Commodity Intelligence Services harga gas di Inggris telah meningkat sekitar 425% sepanjang tahun ini. Pada awal Oktober melonjak hampir 740% lebih tinggi dari periode yang sama tahun lalu. 

Kenaikan harga tersebut juga memukul produsen kaca di Inggris. Ketua Asosiasi Industri Kaca Inggris Dave Dalton mengatakan tagihan listrik industri kaca mengalami lonjakan yang signifikan hingga delapan kali lipat. 

"Tambahan jutaan pound per bulan membuat pabrik tidak bisa berlanjut beroperasi," kata dia.

"Biaya-biaya ini mau tidak mau harus diteruskan ke pelanggan dan konsumen di saat beban hidup sudah meningkat," imbuhnya. 

Pihaknya meminta agar pemerintah mengambil tindakan segera untuk menyelesaikan masalah tersebut untuk memastikan agar situasi tidak semakin memburuk. Asosiasi industri di Inggris meminta agar diberikan insentif supaya tetap bisa mengakses energi. 

Di industri keramik misalnya, di mana biaya energi merupakan sepertiga dari biaya operasional produksi bahkan kebutuhan pasokan gas bisa mencapai sekitar 65% dari biaya operasional. 

"Kami mendesak pemerintah mengambil tindakan untuk membatasi dampak dari harga pasar yang tinggi," ujar Manajer Energi dan Inovasi di Konfederasi Keramik Inggris Jon Flitney. 

Tak hanya industri besar, industri makanan juga berada diambang kehancuran karena terdampak kenaikan harga gas. Sejumlah industri terutama pengguna gas dan listrik terpukul akibat lonjakan biaya energi. 

UMKM di Inggris juga terdampak krisis energi. Kamar Dagang Inggris pun mendesak agar pemerintah segera menerapkan batas harga energi untuk mencegah UMKM gulung tikar. "Patokan harga energi akan melindungi usaha kecil dan menengah," ujar Direktur Eksekutif Kamar Dagang Inggris Claire Walker.

(SANDY)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD