sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Krisis Energi Global Memanas, Pertamina Kebut Pengembangan EBT

Economics editor Dhera Arizona Pratiwi
03/04/2026 20:25 WIB
PT Pertamina (Persero) terus mempercepat pengembangan Energi Baru Terbarukan (EBT) sebagai bagian dari upaya menuju ketahanan energi nasional. 
Krisis Energi Global Memanas, Pertamina Kebut Pengembangan EBT. (Foto Istimewa)
Krisis Energi Global Memanas, Pertamina Kebut Pengembangan EBT. (Foto Istimewa)

Hingga akhir 2025, Pertamina menghasilkan energi bersih hingga 8.743 Giga watt per jam (GWh) yang  berasal dari berbagai sumber energi rendah karbon. Energi bersih seperti panas bumi (geothermal) ini menjadi sumber energi bagi berbagai pembangkit dengan kapasitas terpasang mencapai 3.271 Mega Watt (MW). 

Di antaranya, Pembangkit Listrik Tenaga Biogas (PLTBg) sebesar 2,4 MW, Gas to Power dari Jawa Satu Power sebesar 1.760 MW, Gas to Power dari Pertamina Power Indonesia sebesar 12,9 MW, solar dari Pertamina Power Indonesia sebesar 55,3 MW, serta energi panas bumi sebesar 772,5 MW. 

Selain itu, kepemilikan saham subholding Pertamina New & Renewable Energy pada  perusahaan Filipina Citicore Renewable Energy Corporation (CREC) menghasilkan pembangkit listrik tenaga surya sebesar 669,3 MW. 

Pengembangan energi bersih tak hanya untuk sektor komersial, Pertamina juga mendorong pemanfaatan energi bersih di tingkat masyarakat. 

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement