AALI
8250
ABBA
214
ABDA
6025
ABMM
3960
ACES
610
ACST
176
ACST-R
0
ADES
7175
ADHI
715
ADMF
8300
ADMG
167
ADRO
3960
AGAR
292
AGII
2350
AGRO
550
AGRO-R
0
AGRS
90
AHAP
85
AIMS
242
AIMS-W
0
AISA
164
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1635
AKRA
1350
AKSI
316
ALDO
655
ALKA
290
ALMI
392
ALTO
181
Market Watch
Last updated : 2022/09/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
534.58
0.21%
+1.10
IHSG
7040.80
0.07%
+4.60
LQ45
1011.48
0.24%
+2.44
HSI
17222.83
0.33%
+56.96
N225
25937.21
-1.84%
-484.84
NYSE
13608.29
-1.63%
-224.91
Kurs
HKD/IDR 1,939
USD/IDR 15,260
Emas
819,860 / gram

KSP Sebut Industri Pengolahan Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi

ECONOMICS
Raka Dwi Novianto
Senin, 15 Agustus 2022 16:35 WIB
kinerja sektor industri pengolahan menyumbang sebesar 0,82 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional.
KSP Sebut Industri Pengolahan Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi (foto: MNC Media)
KSP Sebut Industri Pengolahan Jadi Penggerak Utama Pertumbuhan Ekonomi (foto: MNC Media)

IDXChannel - Indonesia berhasil mencatatkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5,44 persen secara tahunan (year on year/yoy) pada triwulan II 2022 di tengah tekanan pelambatan global.

Kinerja industri pengolahan dinilai menjadi penopang atas keberhasilan tersebut, dengan kontribusinya yang mencapai 17,84 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB), tertinggi dibanding kontribusi dari sektor-sektor lain.

"Karena itu, pertumbuhan sektor industri sangat besar pengaruhnya bagi pertumbuhan ekonomi secara keseluruhan," ujar Tenaga Ahli Utama Kantor Staf Presiden (KSP), Edy Priyono, dalam keterangan resminya, Senin (15/8/2022). 

Secara persentase, menurut Edy, kinerja sektor industri pengolahan menyumbang sebesar 0,82 persen terhadap total pertumbuhan ekonomi nasional. Di mana pada triwulan II-2022, PDB atas dasar harga konstan (ADHK) di industri pengolahan tercatat sebesar Rp587,5 triliun, atau tumbuh 4,01 persen (yoy).

"Angka ini juga menandakan bahwa industri pengolahan telah berhasil pulih dari dampak pandemi COVID19," tutur Edy.

Edy menilai, pertumbuhan industri pengolahan memang tidak sebesar di sektor transportasi dan pergudangan, yang tumbuh sangat tinggi, yaitu mencapai 21,27 persen. Namun, lanjut Edy, pertumbuhan industri pengolahan tetap berarti bagi tumbuhnya ekonomi Indonesia, mengingat proporsi sektor industri sangat besar dalam PDB.

Edy merinci, ada dua jenis industri yang berperan besar dalam mendongkrak pertumbuhan industri pengolahan. Yaitu, tekstil dan pakaian jadi, serta makanan minuman. 

Pada triwulan II-2022, industri tekstil dan pakaian jadi tumbuh sangat besar, di angka 13,74 (yoy). Sementara makanan minuman tumbuh 3,68 persen. Pertumbuhan tersebut, sebut Edy, tidak terlepas dari momentum puasa dan Idul Fitri.

"Meski mengalami pertumbuhan, namun industri makanan minuman cukup terpukul dengan larangan ekspor CPO dan produk turunannya yang sempat diberlakukan oleh pemerintah," pungkasnya. (TSA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD