AALI
9500
ABBA
274
ABDA
0
ABMM
2420
ACES
705
ACST
167
ACST-R
0
ADES
6200
ADHI
765
ADMF
8175
ADMG
174
ADRO
3080
AGAR
316
AGII
2310
AGRO
850
AGRO-R
0
AGRS
124
AHAP
84
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
146
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1615
AKRA
1180
AKSI
272
ALDO
770
ALKA
296
ALMI
298
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
536.01
-0.11%
-0.58
IHSG
7086.85
0.03%
+2.19
LQ45
1007.14
-0.07%
-0.66
HSI
20045.77
-0.77%
-156.17
N225
28249.24
0.26%
+73.37
NYSE
15273.23
0.32%
+49.03
Kurs
HKD/IDR 675
USD/IDR 14,929
Emas
853,771 / gram

Kucurkan USD1,1 M, Hyundai dan LG Resmi Akan Buka Pabrik Sel Baterai Mobil Listrik

ECONOMICS
Rina Anggraeni
Kamis, 29 Juli 2021 13:18 WIB
Konsorsium Hyundai dan LG Energy Solutions (LGES) resmi menjadi mitra pemerintah Indonesia untuk memiliki pabrik pembuatan baterai mobil listrik di tanah air.
Kucurkan USD1,1 M, Hyundai dan LG Resmi Akan Buka Pabrik Sel Baterai Mobil Listrik. (Foto: MNC Media)
Kucurkan USD1,1 M, Hyundai dan LG Resmi Akan Buka Pabrik Sel Baterai Mobil Listrik. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Konsorsium Hyundai dan LG Energy Solutions (LGES) resmi menjadi mitra pemerintah Indonesia untuk memiliki pabrik pembuatan baterai mobil listrik di tanah air. Hal ini terjadi setelah kedua perusahaan asal Jepang itu menandatangani Nota Kesepahaman.

Hal yang sama juga dilakukan Menteri Investasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), Bahlil Lahadalia, dengan menandatangani Nota Kesepahaman tersebut bersama PT Industri Baterai Indonesia (IBI) dan LG Energy Solutions (LGES).

CEO Hyundai Mobis Co Ltd diwakili langsung oleh Sung Hwan Cho dan CEO LG Energy Solution (LGES), Jonghyun Kim; serta Direktur Utama PT Industri Baterai Indonesia, Toto.

Konsorsium Hyundai, yang terdiri atas Hyundai Motor Company, KIA Corporation, Hyundai Mobis, dan LG Energy Solution bekerja sama dengan PT Industri Baterai Indonesia, atau yang dikenal juga dengan nama Indonesia Battery Corporation (IBC), akan membangun pabrik sel baterai kendaraan listrik dengan total nilai investasi kurang lebih USD1,1 miliar dengan rencana penyerapan tenaga kerja sekitar 1.000 orang. 

Bahlil mengungkapkan apresiasinya kepada pihak Hyundai, LG maupun PT Industri Baterai Indonesia atas terlaksananya kerja sama ini. Bahlil mengakui bahwa perjanjian kerja sama ini terealisasi dengan proses dan negosiasi yang panjang sehingga dapat menguntungkan semua pihak. 

"Kerja sama investasi ini merupakan salah satu tahap dari keseluruhan rencana proyek baterai kendaraan listrik terintegrasi senilai USD9,8 miliar," kata Bahlil di Jakarta, Kamis (29/7/2021).

Bahlil juga mengingatkan kembali agar dalam implementasi kerja sama ini, perusahaan wajib menggandeng pengusaha dan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) lokal. Hal ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (UU CK).

“Penandatanganan yang akan disaksikan bersama-sama ini, izinkan saya sampaikan agar dalam implementasinya, sesuai dengan undang-undang, berkolaborasi dengan pengusaha nasional dan UMKM. Hal ini menjadi perhatian khusus bagi pemerintah saat ini. Kami akan kawal dari awal sampai akhir investasi untuk baterai sel ini,” tegas Bahlil dalam sambutannya.

Proyek investasi sel baterai kerja sama Konsorsium Hyundai-LG dan PT Industri Baterai Indonesia ini merupakan salah satu langkah pemerintah untuk mendorong pengembangan ekosistem kendaraan listrik di Indonesia secara keseluruhan dari hulu sampai dengan hilir.

Dalam kesempatan ini, Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia Park Taesung memberikan apresiasi kepada Pemerintah Indonesia, khususnya Menteri Investasi dan Menteri BUMN atas terwujudnya kerja sama ini. Park menambahkan bahwa kerja sama investasi mobil listrik dan baterai ini akan menjadi kontributor yang secara inovatif menjalankan perekonomian yang lebih berorientasi pada lingkungan, teknologi, dan ekspor. 

“Saya sebagai Duta Besar Republik Korea untuk Indonesia akan menggerakkan segala dukungan agar kerja sama ini menjadi salah satu kerja sama yang sukses dan terbaik antara Korea dan Indonesia,” ungkap Park. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD