Menurutnya, kondisi tersebut membuat Bali mulai kalah bersaing dengan destinasi lain yang menawarkan akses transportasi lebih baik, meskipun dari sisi budaya dan keindahan alam Bali masih sangat kompetitif.
Dia mencontohkan kondisi lalu lintas di kawasan Canggu yang kini menjadi salah satu titik kemacetan terparah. Waktu tempuh antar-destinasi yang semakin lama dinilai membuat wisatawan, khususnya turis asing, merasa tidak nyaman selama berlibur.
"Di Canggu itu macetnya sudah luar biasa. Wisatawan harus pindah dari satu tempat ke tempat lain butuh waktu yang sangat lama. Ini jadi wasting time buat mereka," katanya.
Penurunan minat kunjungan ini dikhawatirkan berdampak langsung terhadap sektor perhotelan, restoran, hingga pelaku UMKM pariwisata yang sangat bergantung pada arus wisatawan. Selain itu, kemacetan juga meningkatkan biaya logistik dan operasional usaha di kawasan wisata.