Perusahaan tersebut akhir-akhir ini mendapat tekanan dari para pemegang sahamnya karena kinerjanya yang lebih buruk dibandingkan dengan para pesaingnya dalam beberapa tahun terakhir.
Setahun yang lalu, BP mengumumkan perubahan strategi dengan memangkas investasi proyek energi terbarukan, serta fokus kembali pada operasi inti minyak dan gasnya.
Raksasa energi ini berupaya memangkas utangnya, yang saat ini mencapai sekitar USD22 miliar. BP mengatakan pihaknya menargetkan penghematan biaya sebesar USD5,5 miliar-USD6,5 miliar pada akhir 2027.
Keuntungan dalam tiga bulan terakhir turun 30 persen menjadi USD1,54 miliar. Pada periode tersebut, harga minyak mentah Brent turun di bawah USD60 per barel untuk pertama kalinya dalam lebih dari empat tahun.
Raksasa minyak saingan, Shell, juga mengumumkan penurunan keuntungan ketika mempublikasikan hasil tahunannya minggu lalu. Shell melaporkan pendapatan pokok sebesar USD18,53 miliar untuk 2025, penurunan 22 persen dibandingkan tahun sebelumnya. (Wahyu Dwi Anggoro)