AALI
8225
ABBA
550
ABDA
0
ABMM
1295
ACES
1300
ACST
244
ACST-R
0
ADES
2820
ADHI
895
ADMF
7675
ADMG
216
ADRO
1345
AGAR
368
AGII
1305
AGRO
2290
AGRO-R
0
AGRS
244
AHAP
70
AIMS
338
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
600
AKRA
3870
AKSI
424
ALDO
720
ALKA
234
ALMI
238
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
453.05
-0.47%
-2.15
IHSG
6060.76
-0.26%
-15.56
LQ45
851.73
-0.36%
-3.10
HSI
24221.54
0.51%
+122.40
N225
29839.71
-2.17%
-660.34
NYSE
16168.17
-1.78%
-292.18
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,235
Emas
805,555 / gram

Laba Vale Indonesia Naik 44,2 Persen Jadi USD82,8 Juta

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 26 Februari 2021 10:26 WIB
Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar 82,81 juta dolar AS atau lebih tinggi 44,28 persen dibanding tahun 2019.
Laba Vale Indonesia Naik 44,2 Persen Jadi USD82,8 Juta (FOYO: MNC Media)

IDXChannel - PT Vale Indonesia Tbk (INCO) mencatatkan kenaikan laba bersih sepanjang tahun 2020. Pada laporan keuangan kuartal IV-2020 perseroan mencatatkan laba bersih sebesar 82,81 juta dolar AS atau lebih tinggi 44,28 persen dibanding tahun 2019 sebesar 57,40 juta dolar AS. 

Dikutip dari keterbukaan informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), pendapatan Perseroan di kuartal IV-2020 tercatat sebesar 764,74 juta dolar AS atau turun 2,20 persen dari tahun sebelumnya sebesar 782,01 juta dolar AS, dengan laba per saham dasar 0,0083 dolar AS. 

Adapun, pendapatan perseroan terdiri atas penjualan kepada VCL dan penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd. Penjualan kepada VCL tercatat 612,04 juta dolar AS atau lebih rendah dari sebelumnya 625,42 juta dolar AS. Kemudian, penjualan kepada Sumitomo Metal Mining Co Ltd tercatat 152,69 juta dolar AS atau lebih rendah dari sebelumnya 156,58 juta dolar AS. 

CEO Vale Indonesia Nico Kanter mengatakan, perseroan telah memproduksi 72.237 metrik ton (“t”) nikel dalam matte di tahun 2020 atau 2 persen lebih tinggi dibandingkan produksi tahun 2019.  

“Kami bangga sekaligus berterima kasih atas pencapaian ini. Ini jelas merupakan hasil kerja keras semua karyawan di perusahaan," ujar Nico dikutip dari keterbukaan informasi BEI, Jumat (26/2/2021). 

INCO mencatatkan penurunan beban pokok pendapatan 4 persen menjadi 640,4 juta dolar AS dari sebelumnya  

664,3 juta dolar AS. Penyebab utama turunnya beban pokok pendapatan adalah harga bahan bakar dan batubara yang lebih rendah. 

Pada tahun 2020, konsumsi HSFO dan diesel mengalami penurunan masing-masing sebesar 8 persen dan 12 persen, sementara konsumsi batubara naik sebesar 15 persen bila dibandingkan dengan tahun 2019. Kenaikan konsumsi batubara ini diimbangi dengan penurunan konsumsi HSFO dan diesel. Harga HSFO, diesel dan batubara mengalami penurunan masing-masing sebesar 36 persen, 31 persen dan 17 persen.  

Kas dan setara kas Perseroan pada 31 Desember 2020 sebesar 388,7 juta dolar AS atau naik sebesar 139,6 juta dolar AS dari saldo pada 31 Desember 2019. 

"Perseroan akan tetap fokus pada berbagai inisiatif produktifitas dan penghematan biaya untuk mempertahankan daya saing Perseroan dalam jangka panjang tanpa mengkompromikan nilai utama Perseroan, yaitu keselamatan jiwa merupakan hal terpenting dan menjaga kelestarian bumi," imbuh dia. 

INCO mencatatkan liabilitas sebesar 294,27 juta dolar AS dan ekuitas 2,02 miliar dolar AS. Adapun total aset perseroan meningkat menjadi 2,31 miliar dolar AS dibanding tahun 2019 sebesar 2,22 miliar dolar AS. (Sandy)

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD