AALI
10025
ABBA
406
ABDA
0
ABMM
1535
ACES
1415
ACST
272
ACST-R
0
ADES
2570
ADHI
1155
ADMF
7950
ADMG
234
ADRO
1735
AGAR
350
AGII
1470
AGRO
2020
AGRO-R
0
AGRS
210
AHAP
65
AIMS
500
AIMS-W
0
AISA
232
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
795
AKRA
4660
AKSI
458
ALDO
720
ALKA
250
ALMI
238
ALTO
300
Market Watch
Last updated : 2021/10/22 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
516.22
0.19%
+0.98
IHSG
6643.74
0.16%
+10.77
LQ45
970.79
0.27%
+2.64
HSI
26126.93
0.42%
+109.40
N225
28804.85
0.34%
+96.27
NYSE
17132.22
0.29%
+49.07
Kurs
HKD/IDR 1,814
USD/IDR 14,120
Emas
813,779 / gram

Lahan Proyek KAI Double Track Bogor-Sukabumi Ambrol, 7 Orang Tertimbun

ECONOMICS
Haryudi/Koran Sindo
Jum'at, 04 Juni 2021 16:37 WIB
Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Kamis (3/6/2021) petang, membuat tebing di lahan proyek Double Track Bogor-Sukabumi milik KAI ambrol.
MNC Media
MNC Media

IDXChannel - Hujan deras yang mengguyur wilayah Bogor pada Kamis (3/6/2021) petang, membuat tebing di lahan proyek Double Track Bogor-Sukabumi milik PT Kereta Api Indonesia (KAI) ambrol.

Akibatnya tujuh warga Kampung Batutulis, RT 01/07, Kelurahan Batutulis, Bogor Selatan, Kota Bogor mengalami luka berat karena sempat tertimpa tembok reruntuhan material penahan tebingan.

Lurah Batutulis Heri Eriyadi, menjelaskan kejadiannya sekitar pukul 20:15 WIB. Saat itu longsor menimpa rumah milik 2 keluarga, namun korban luka hanya 1 orang.

"Untuk yang lainnya sementara kita ungsikan dulu ke tempat aman. Korban atasnama Jumani sekarang masih dirawat di RS PMI," ungkap Heri saat
 ditemui di lokasi longsor, Jum'at (4/6/2021).

Heri menjelaskan, lahan yang longsor merupakan milik PT. KAI yang sebelumnya sempat ditempati warga. Kini lahan tersebut telah dikosongkan dan bangunan warga dirobohkan karena terkena dampak proyek pembangunan double trek KRL Bogor-Sukabumi. 

"Di bawah tebing lahan PT KAI, ada sekitar 11 rumah yang dihuni oleh warga," ungkapnya.

Lebih lanjut, ia menyebutkan longsor diduga akibat tingginya curah hujan yang mengguyur kawasan Kota Bogor tadi malam. Derasnya hujan dan tersumbatnya saluran air mengakibatkan tanah gembur di tebing setinggi 7 meter ambruk dan menimpa rumah warga.

"Untuk penyebab, pertama ini disebabkan oleh curah hujan tinggi. Kedua, disebabkan ada beberapa saluran air yang tersumbat oleh sisa bongkaran rumah warga yang terdampak proyek double track PT KAI Bogor-Sukabumi," kata Heri.

Lebih lanjut, ia menjelaskan untuk proyek double track memang belum dimulai, tapi kita sudah koordinasi dengan pihak pelaksana proyek, mereka juga bersedia untuk merapikan lokasi longsor ini. 

"Kepada korban yang terkena dampak akan ada disewakan rumah untuk relokasi sementara," sambungnya.

Warga sekitar, Nandar mengatakan, kejadian tersebut terjadi ketika korban Jumani, tengah memperbaiki saluran air di samping rumahnya yang mampet. 

Lokasi rumah Jumani berada persis di bawah tebing lahan PT KAI. Kejadian longsor disebutnya sudah tigakali terjadi.

"Jadi pas agak lancar korban itu ke samping rumah, tiba-tiba itu tebingnya longsor. Korban sempat tertimpa longsoran, posisinya dia di luar rumah. Korban sempat tertimbun longsor sampai leher, terus bareng-bareng warga dievakuasi. Dibawa ke rumahsakit, sekarang masih belum pulang," kata Nandar. 

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD