AALI
8525
ABBA
580
ABDA
0
ABMM
1480
ACES
1350
ACST
250
ACST-R
0
ADES
2940
ADHI
880
ADMF
7675
ADMG
220
ADRO
1335
AGAR
370
AGII
1300
AGRO
2390
AGRO-R
0
AGRS
254
AHAP
63
AIMS
344
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
590
AKRA
3880
AKSI
430
ALDO
720
ALKA
238
ALMI
242
ALTO
322
Market Watch
Last updated : 2021/09/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
459.02
0.03%
+0.16
IHSG
6133.25
0.38%
+23.30
LQ45
862.44
-0.03%
-0.26
HSI
24920.76
1.03%
+252.91
N225
30500.05
0.58%
+176.71
NYSE
16576.77
-0.3%
-50.11
Kurs
HKD/IDR 1,825
USD/IDR 14,220
Emas
805,205 / gram

Lebaran di Rumah, Ridwan Kamil Imbau Masyarakat Tetap Jalankan Prokes

ECONOMICS
Agung bakti sarasa
Kamis, 13 Mei 2021 16:38 WIB
Momen Lebaran 2021 ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil  merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah di Rumah Dinas Gubernur Jabar.
MPI

IDXChannel--Momen Lebaran 2021 ini, Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil  merayakan Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah di Rumah Dinas Gubernur Jabar, Gedung Negara Pakuan,Bandung, Kamis (13/5/2021). 

Pada kesempatan itu, Ridwan kembali mengimbau masyarakat Jawa Barat untuk selalu patuhi protokol kesehatan (prokes

Pada pagi harinya, Gubernur yang akrab disapa Kang Emil itu melaksanakan salat Idul Fitri di masjid yang terletak di Kompleks Gedung Negara Pakuan. Pelaksanaan salat Idul Fitri menerapkan protokol kesehatan yang ketat. Selain seluruh jemaah menjaga jarak dan memakai masker, salat Idul Fitri hanya diikuti oleh keluarga dan pegawai Gedung Pakuan. 

Dalam kesempatan itu, Kang Emil menuturkan, perayaan Idul Fitri tahun ini memang masih berbeda dibandingkan tahun-tahun sebelumnya karena masih dalam suasana pandemi COVID-19. Merayakan hari kemenangan di rumah masing-masing menjadi salah satu upaya untuk mencegah penularan dan membatasi ruang gerak COVID-19.

"Ini tahun kedua kita menjalani Idulfitri dalam suasana pandemi. Saya hanya mendoakan semoga semua lulus ujian di bulan Ramadhan, yang lebih utama adalah ujian kesabaran," ucap Kang Emil. 

Kang Emil pun mengatakan, umat Islam mesti beradaptasi dan menunda tradisi-tradisi di hari kemenangan. Terpenting saat ini, kata Kang Emil, warga Jabar harus mengutamakan kesehatan keluarga, baik di rumah dan kampung halaman.

"Kesabaran adalah hal penting dalam menghadapi kesusahan di masa pandemi, yaitu kesabaran menghadapi larangan pembatasan mudik, juga pelaksanaan Idul Fitri yang mungkin tidak nyaman, tapi itulah esensi ujian dan esensi latihan kesabaran," ungkapnya. 

Kang Emil juga mengimbau masyarakat Jabar untuk tetap menerapkan protokol kesehatan ketat saat bersilahturahmi Lebaran. Tradisi bersalaman-salaman dan saling mengunjungi keluarga pada Idul Fitri dapat diganti dengan silahturahmi secara daring, baik melalui video call maupun pesan singkat.

Jika masyarakat disiplin menerapkan protokol kesehatan, Kang Emil optimistis, lonjakan kasus COVID-19 saat Lebaran dapat dicegah. Dia berharap dengan ikhtiar bersama-sama dan pelaksanaan vaksinasi COVID-19, pandemi akan segera berlalu.

"Pada dasarnya, karena suasana pandemi, jadi silaturahmi silakan, tapi tetap dengan protokol kesehatan. Kalau ada kerumunan tolong dihindari karena selama lebaran kerumunan terjadi di tempat keramaian wisata dan lain-lain," katanya. 

"Insya Allah doakan lancar pengendalian COVID-19, lancar vaksinasi, sehingga 2022 saya berdoa betul agar mudik bisa normal kembali, salat Idulfiftri bisa normal kembali, dan tetap produktif kembali bekerja seperti sediakala setelah lebaran selesai," lanjutnya. 

Tak lupa, Kang Emil menyampaikan ucapan selamat Idulfitri 1442 Hijriah kepada masyarakat Jabar. Menurutnya, manusia adalah gudangnya kesalahan dalam berbuat ataupun bertindak.

"Dalam kesempatan ini, saya beserta keluarga dan seluruh jajaran Pemda Provinsi mengucapkan selamat Idulfitri 1442 Hijriah untuk masyarakat Jabar dan masyarakat Indonesia, tentulah dalam satu tahun kami ada kekhilafan kata, perbuatan, keputusan atau apapun. Kami adalah manusia yang gudangnya hilap. Mohon dibukakan pintu maaf lahir batin dan tetap semangat kita bersilaturahim walaupun dalam bentuk digital, komunikasi yang tidak tatap muka," pungkas Kang Emil. (IND) 

Rekomendasi Berita
Berita Terkait
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD