AALI
9925
ABBA
414
ABDA
0
ABMM
1490
ACES
1270
ACST
242
ACST-R
0
ADES
3040
ADHI
1090
ADMF
7800
ADMG
193
ADRO
1925
AGAR
336
AGII
1440
AGRO
2210
AGRO-R
0
AGRS
192
AHAP
71
AIMS
450
AIMS-W
0
AISA
204
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
960
AKRA
4240
AKSI
400
ALDO
920
ALKA
232
ALMI
250
ALTO
276
Market Watch
Last updated : 2021/12/08 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.49
-0%
-0.01
IHSG
6629.30
0.4%
+26.73
LQ45
950.40
0.02%
+0.23
HSI
23989.26
0.02%
+5.60
N225
28722.12
0.94%
+266.52
NYSE
16853.57
1.58%
+261.60
Kurs
HKD/IDR 1,846
USD/IDR 14,405
Emas
826,722 / gram

Lebih Banyak dari Jack Ma, Bos Tencent Tekor Rp201 Triliun Imbas Regulasi China

ECONOMICS
Aditya Pratama/iNews
Jum'at, 06 Agustus 2021 10:56 WIB
Bos Tencent Holdings Ma Huateng atau Pony Ma kehilangan kekayaannya selama sembilan bulan terakhir sebesar USD14 miliar akibat regulasi China.
Bos Tencent Holdings Ma Huateng atau Pony Ma kehilangan kekayaannya selama sembilan bulan terakhir sebesar USD14 miliar akibat regulasi China. (Foto
Bos Tencent Holdings Ma Huateng atau Pony Ma kehilangan kekayaannya selama sembilan bulan terakhir sebesar USD14 miliar akibat regulasi China. (Foto

IDXChannel - Bos Tencent Holdings Ma Huateng atau Pony Ma telah kehilangan kekayaannya selama sembilan bulan terakhir sebesar USD14 miliar atau sekitar Rp201 triliun. Kerugian yang dideritanya lebih banyak dibanding dengan pendiri Alibaba dan Ant Group, Jack Ma.  

Kerugian yang dialami sejumlah miliarder di China akibat serangan regulasi yang melanda ekonomi terbesar kedua di dunia itu. Pony Ma dikenal sebagai miliarder yang patuh terhadap regulasi, sedangkan Jack Ma agresif dan sempat mengkritik pemerintah. 

Kenyataannya miliarder yang paling patuh pun tak kebal dari regulasi China. Jatuhnya kekayaan Pony Ma menggarisbawahi seberapa cepat tindakan keras pemerintah China telah berkembang sejak mereka membatalkan IPO Ant Group pada 3 November 2020. 
Awalnya regulasi ketat ditargetkan kepada taipan teknologi yang paling blak-blakan di sana, namun akhirnya menyebar ke hampir semua industri. Alasannya karena regulator memprioritaskan keamanan data, stabilitas keuangan, dan mengurangi ketidaksetaraan.

Sepanjang sembilan bulan upaya regulator mengendalikan teknologi besar, Tencent tampaknya jauh lebih baik dibanding dengan Alibaba. Ini dibantu reputasi Pony Ma yang memilih berada di luar pusat perhatian. 

Saat Alibaba harus membayar denda antimonopoli senilai USD2,8 miliar, regulator hanya mengenakan denda token kepada Tencent karena tidak meminta persetujuan untuk melakukan akuisisi dan investasi sebelumnya. Tencent juga hanya diperintahkan menyerahkan hak streaming eksklusif, dan lolos dari skenario buruk pada bisnisnya.

Namun, dikutip dari Bloomberg, laporan berita pada Selasa (3/8/2021) terkait game online membalikkan keadaan. Saham Tencent mencatat penurunan harian terbesar dalam satu dekade setelah surat kabar yang berafiliasi dengan Xinhua membidik bisnis game perusahaan, sehingga memicu spekulasi bahwa itu bisa menjadi target berikutnya dari tindakan keras pemerintah China.  

Menurut Bloomberg Billionaires Index, hal tersebut menyebabkan kekayaan Pony Ma turun hampir USD14 miliar sejak IPO Ant ditangguhkan pada November tahun lalu. Kekayaanya pada Selasa tercatat USD45,8 miliar. Pony Ma berada di peringkat ketiga daftar orang terkaya China, di belakang Jack Ma dengan kekayaan bersih mencapaiUSD 47,8 miliar.

Sementara terkait kecaman pada game online-nya, Tencent berjanji untuk lebih membatasi waktu bermain dan melarang pembelian game untuk anak di bawah umur. Perusahaan juga membahas kemungkinan melarang game untuk anak-anak di bawah usia 12 tahun. (TIA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD