AALI
9275
ABBA
280
ABDA
0
ABMM
2410
ACES
720
ACST
192
ACST-R
0
ADES
6225
ADHI
815
ADMF
8200
ADMG
177
ADRO
3250
AGAR
310
AGII
2220
AGRO
750
AGRO-R
0
AGRS
113
AHAP
99
AIMS
252
AIMS-W
0
AISA
154
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1545
AKRA
1160
AKSI
272
ALDO
745
ALKA
296
ALMI
308
ALTO
193
Market Watch
Last updated : 2022/08/18 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
546.99
1.02%
+5.51
IHSG
7186.56
0.74%
+53.11
LQ45
1026.34
0.98%
+9.98
HSI
19730.90
-0.96%
-191.55
N225
28942.14
-0.96%
-280.63
NYSE
15734.11
-0.71%
-112.68
Kurs
HKD/IDR 1,889
USD/IDR 14,765
Emas
836,469 / gram

Lebih dari 457 Pelamar CPNS 2021 Akan Tes Kompetensi di Luar Negeri

ECONOMICS
Dita Angga Rusiana
Kamis, 26 Agustus 2021 10:01 WIB
Adanya pelamar CPNS yang tidak berada di Tanah Air, BKN berkoordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait pelaksanaan seleksi tes SKD.
Lebih dari 457 Pelamar CPNS 2021 Akan Tes Kompetensi di Luar Negeri (Dok.MNC Media)
Lebih dari 457 Pelamar CPNS 2021 Akan Tes Kompetensi di Luar Negeri (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Terkait adanya sejumlah pelamar CPNS yang tidak berada di Tanah Air, BKN melakukan koordinasi dengan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) terkait pelaksanaan seleksi tes SKD CPNS. Hal ini dikarenakan ada peserta seleksi yang lokasinya berada di luar negeri saat ini.

“Beberapa instansi ada yang calon pesertanya ada di luar negeri. Sampai dengan tanggal 2 Agustus kemarin kami melihat potensi ada 457 plus plus (peserta). Karena itu data per 2 Agustus peserta yang kemungkinan ikut titik lokasi luar negeri 77 KBRI/KJRI/perwakilan tetap Indonesia,” kata Kepala Pusat Pengembangan Sistem Seleksi (PPSS) BKN Mohammad Ridwan dikutip dari Kanal Youtube BKN, Kamis (26/8/2021).

Terkait protokol kesehatan, Ridwan mengatakan akan disesuaikan dengan kondisi masing-masing negara. Hal ini mengingat setiap negara memiliki aturan yang berbeda.

”Nah itu akan beda-beda. Jadi keberlakuan vaksin 1, kewajiban swab akan mengikuti otoritas setempat,” ujarnya.

Dia mencontohkan untuk di Brunei Darussalam swab antigen ataupun PCR jarang ada, sehingga perlakuan untuk peserta di sana akan beda.

“Ada yang masuk ke saya Brunei itu PCR atau swab itu jarang ada.Kalau ada susah. Mereka katakanlah dua tiga bulan ini itu sudah dinyatakan bebas. Itu tentu perlakuannya beda. Panselnas dan pansel instansi akan mengikuti policy otoritas setempat di luar negeri,” katanya.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD