sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Lewat BRICS, Indonesia Bidik Tajikistan untuk Perluas Pasar Manufaktur di Kawasan Eurasia

Economics editor Nia Deviyana
15/06/2026 05:00 WIB
Indonesia membidik Tajikistan untuk memperluas pasar manufaktur di Kawasan Eurasia di tengah hubungan diplomatik yang terjalin selama 32 tahun.
Lewat BRICS, Indonesia Bidik Tajikistan untuk Perluas Pasar Manufaktur di Kawasan Eurasia. Foto: Kemenperin.
Lewat BRICS, Indonesia Bidik Tajikistan untuk Perluas Pasar Manufaktur di Kawasan Eurasia. Foto: Kemenperin.

Dalam beberapa tahun terakhir, hubungan ekonomi kedua negara menunjukkan perkembangan yang positif. Nilai perdagangan Indonesia dan Tajikistan tercatat meningkat dari USD1,7 juta pada 2021 menjadi USD1,9 juta pada 2025, dengan kontribusi utama berasal dari sektor nonmigas. Capaian tersebut mencerminkan masih terbukanya ruang kerja sama yang lebih luas, baik dalam perdagangan maupun pengembangan industri.

Saat melakukan bilateral Indonesia – Tajikistan di Xiamen, kedua delegasi negara membahas sejumlah peluang kerja sama yang berpotensi memperkuat kemitraan industri antara Indonesia dan Tajikistan. Indonesia memandang Tajikistan sebagai mitra penting sekaligus gerbang potensial untuk memperluas jangkauan produk manufaktur nasional ke kawasan Commonwealth of Independent States(CIS). 

Dalam pertemuan tersebut, Dirjen KPAII Kemenperin RI Tri Supondy menyampaikan, penguatan hubungan dengan negara-negara mitra merupakan bagian dari upaya membangun konektivitas industri yang lebih luas sekaligus menciptakan peluang baru bagi pelaku usaha nasional.

“Kami terus meningkatkan peluang terciptanya kemitraan yang saling menguntungkan melalui perluasan jejaring industri, peningkatan investasi, serta pengembangan kerja sama yang mampu memberikan nilai tambah bagi kedua negara,” ujarnya.

Selain menjajaki peluang perdagangan dan investasi, kedua pihak juga membahas tindak lanjut inisiasi Nota Kesepahaman bidang industri yang diajukan Tajikistan. Pembahasan difokuskan pada penyempurnaan ruang lingkup kerja sama agar mencakup sektor yang lebih relevan dengan kebutuhan dan potensi masing-masing negara.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement