Indonesia dan Tajikistan turut mengidentifikasi sejumlah bidang yang berpotensi menjadi fokus kolaborasi, antara lain pengembangan rantai pasok mineral kritis, industri farmasi dan alat kesehatan, serta ekosistem industri halal. Ketiga sektor tersebut dinilai memiliki prospek yang menjanjikan dan dapat memberikan manfaat ekonomi bagi kedua belah pihak.
Pertemuan tersebut juga menjadi momentum untuk memperkenalkan partisipasi Indonesia sebagai Partner Country pada INNOPROM International Industrial Exhibition 2026 yang akan digelar pada 6–9 Juli 2026 di Ekaterinburg, Rusia. Keterlibatan Indonesia pada pameran industri terbesar di kawasan Eurasia itu diharapkan semakin memperluas promosi produk manufaktur nasional sekaligus membuka peluang kemitraan baru dengan pelaku industri dan investor dari berbagai negara.
(NIA DEVIYANA)