Perusahaan ini merupakan bagian dari Shanghai SUS Environment Co Ltd yang berdiri pada 2008 di Qingpu District, Shanghai. Secara grup, tercatat telah mengembangkan sekitar 84-89 proyek WtE di berbagai negara.
Di Indonesia, SUS membangun fasilitas WtE di Makassar, Sulawesi Selatan, melalui kerja sama dengan pemerintah kota setempat. Fasilitas tersebut mengolah sekitar 1.300 ton sampah per hari dengan dua jalur insinerasi dan turbin generator berkapasitas 35 MW.
5. PT Jinjiang Environment Indonesia
PT Jinjiang Environment Indonesia merupakan bagian dari Zheneng Jinjiang Environment Holding Co Ltd, salah satu pemain utama industri WtE di China sejak 1998.
Perusahaan ini berdiri pada 8 Agustus 2017 dan menjalani restrukturisasi internal pada 16 Februari 2025. Sebelumnya, 90% sahamnya dimiliki Lamoon Holdings Limited yang berbasis di British Virgin Islands.
Di Indonesia, Jinjiang telah mengembangkan fasilitas Pembangkit Listrik Tenaga Sampah (PLTSa) di Kota Palembang, Sumatera Selatan. Fasilitas tersebut memiliki kapasitas pengolahan 1.000 ton sampah per hari dengan output listrik sebesar 20 MW.