Di China, Weiming dikenal sebagai pemain utama dalam teknologi dan operasi WtE. Kegiatan usahanya mencakup desain, investasi, pembangunan, dan pengoperasian fasilitas WtE, termasuk manufaktur dan instalasi peralatan insinerasi serta pembangkit listrik berbasis limbah padat perkotaan (municipal solid waste/MSW).
Pada 2023, Weiming mencatatkan produksi listrik sekitar 3,85 miliar kWh, terutama dari pembangkit WtE.
Perusahaan ini juga pernah menawarkan investasi sekitar USD225 juta kepada Pemerintah Provinsi Bali untuk proyek pengelolaan sampah dengan skema BOO (build-own-operate). Selain itu, Weiming pernah menjajaki kerja sama teknologi insinerasi untuk proyek TPPAS Cirebon Raya serta berdiskusi dengan Pemerintah Provinsi Jawa Barat dan Kemenko Marves.
4. SUS Indonesia Holding Limited
SUS Indonesia Holding Limited, meski menggunakan nama Indonesia, terdaftar di China dan mulai beroperasi pada 19 Juli 2022. Perusahaan ini fokus pada investasi jangka panjang di sektor Waste-to-Energy.
SUS melihat Indonesia sebagai pasar potensial karena tingginya volume sampah perkotaan, keterbatasan kapasitas TPA, serta meningkatnya kebutuhan energi bersih.