Proyek ini dijalankan melalui skema BOO dengan masa konsesi 30 tahun, bekerja sama dengan mitra lokal. Nilai investasi awal mencapai sekitar USD120 juta atau setara Rp1,8 triliun.
Secara global, induk usahanya mengoperasikan 27 fasilitas WtE di China, tiga fasilitas pengolahan limbah organik, serta delapan fasilitas daur ulang sumber daya limbah dengan total kapasitas pengolahan mencapai 44.000 ton per hari.
(DESI ANGRIANI)